Intip Mahasiswa SSE Latihan Pencak Silat
Pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang mana warisan budaya bangsa yang perlu di
lestarikan eksistensinya. UNNES merupakan universitas konservasi yang mana
melestarikan budaya termasuk program didalamnya. Kemudian UKM Pencak Silat
UNNES merupakan salah satu wadah untuk melestarikan budaya pencak silat.
Organisasi Pencak Silat UNNES ini sudah banyak peminatnya, salah satunya
mahasiswa SSE dari Kasetsart Univercity.
Pada (22/5) hari selasa pukul 20:30 di Lan. Soegijono UKM Pencak
Silat UNNES latihan seperti biasanya. Latihan dengan penuh semangat dan
motivasi karena untuk persiapan pertandingan terdekat. Kemudian beberapa saat setelah pemanasan UKM Pencak Silat
kedatangan tamu dari Thailand yaitu mahasiswa SSE yang berminat mengikuti
latihan pencak silat. Mahasiswa SSE tersebut berjumlah 4 perempuan yang bernama
Poy, Enn, Shellena dan Deah. Empat mahasiswa ini sangat antusias dalam
mengikuti latihan pencak silat. Mereka diajarakan teknik dasar menendang,
memukul dan melakukan jurus tunggal. Meskipun sedikit mengalami kesulitan
tetapi mereka dalam melakukan gerakan sangatlah serius dan penuh penghayatan.
“Gerakan pencak silat ini sangat unik seperti menari,” kata Poy. Setelah
beberapa teknik diberikan mereka melihat perfoma dari salah satu atlet silat
UNNES. Dengan penuh tenaga atlet unnes menggerakan jurus ipsi yang biasa di
pertandingkan. Wah, sungguh indah gerakan silat, tapi saya sulit bergerak dan
menghafal,” ujar Deah. Setelah selesai latihan mereka berterimakasih karenan
telah memberikan pengalaman baru dalam latihan pencak silat.
![]() |
| Reportase IPSI Unnes |
Target Juara Umum Di Soedirman Pencak Silat Championship 2018
Pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang mana warisan budaya bangsa yang perlu di
lestarikan eksistensinya. UNNES merupakan universitas konservasi yang mana
melestarikan budaya termasuk program didalamnya. Kemudian UKM Pencak Silat
UNNES merupakan salah satu wadah untuk melestarikan budaya pencak silat.
Organisasi Pencak Silat UNNES ini sudah banyak peminatnya, salah satunya
mahasiswa SSE dari Kasetsart Univercity.
Pada (22/5) hari selasa pukul 20:30 di Lan. Soegijono UKM Pencak
Silat UNNES latihan seperti biasanya. Latihan dengan penuh semangat dan
motivasi karena untuk persiapan pertandingan terdekat. Kemudian beberapa saat setelah pemanasan UKM Pencak Silat
kedatangan tamu dari Thailand yaitu mahasiswa SSE yang berminat mengikuti
latihan pencak silat. Mahasiswa SSE tersebut berjumlah 4 perempuan yang bernama
Poy, Enn, Shellena dan Deah. Empat mahasiswa ini sangat antusias dalam
mengikuti latihan pencak silat. Mereka diajarakan teknik dasar menendang,
memukul dan melakukan jurus tunggal. Meskipun sedikit mengalami kesulitan
tetapi mereka dalam melakukan gerakan sangatlah serius dan penuh penghayatan.
“Gerakan pencak silat ini sangat unik seperti menari,” kata Poy. Setelah
beberapa teknik diberikan mereka melihat perfoma dari salah satu atlet silat
UNNES. Dengan penuh tenaga atlet unnes menggerakan jurus ipsi yang biasa di
pertandingkan. Wah, sungguh indah gerakan silat, tapi saya sulit bergerak dan
menghafal,” ujar Deah. Setelah selesai latihan mereka berterimakasih karenan
telah memberikan pengalaman baru dalam latihan pencak silat.
![]() |
| Opini Jurnalism |
Lulusan Guru Juga Bisa Jadi
Jurnalis
Jadi
jurnalis itu tidaklah mudah karena dibutuhkan ketramplian dan kemampuan yang
baik. Mulai dari ketrampilan mencari
berita olahraga, mengolah berita , dan mempublikasi berita.
Semua itu perlu dikuasai oleh seorang jurnalis.
Di FIK UNNES khususnya Jurusan PJKR yanag mana pada
saat mahasiswa masuk di semester 6 mahasiswa dibekali beberapa mata kuliah
wajib dan mata kuliah pilihan yang salah satunya adalah sport journalism. Seperti yang diajarkan di
mata kuliah pilihan sport jurnalism
PJKR FIK UNNES, yang mana di mata kuliah ini mahasiswa dibekali pengatahuan dan ketrampilan dasar-dasar
jurnalistik olahraga dan pempublikasian hasil jurnalistik olahraga. Dalam mata kuliah
ini mahasiswa juga diajarkan tentang kompilasi dan diseminasi informasi olahraga dalam
bentuk tulisan
untuk pembaca. Pempublikasian berita olahraga yang mahasiswa terima yaitu melaui blog. Dan disitu
mahasiswa juga dituntut untuk memiliki
pengetahuan dan ketrampilan
dalam mengoperasikan berbagai berbagai
perangkat teknologi.
Pencapaian dalam
mata kuliah ini diharapkan
mahasiswa mampu dan bertanggung jawab secara pribadi dalam mengolah informasi olahraga yang disajikan dalam bebagai bentuk berita
muai dari straight news, feature news
dan berita opini.
Mata kuliah sport jurnalism
ini sangat memberi
pengalaman dan pengetahuan bagi
mahasiswa untuk mengtahui tentang dunia jurnalistik dalam olahraga.
Tetapi sebaiknya bukan hanya diberi ilmu
tentang penyajian berita dalam
bentuk tulisan
melainkan dalam bentuk audio dan visual
sehingga lengkap
pengetahuan mahasiswa dalam
pengetahuan jurnalistik.
Karena manfaat jurnalitik
dalam olahraga itu sangatlah penting, kalau hanya mempelajari dalam bentuk
tulisan maka kurang lengkap. Dan apabila lulusan PJKR hanya bisa mengajar tanpa
ada keahlian tambahan untuk menambah pendapatan seorang pendidik. Oleh sebab
itu keahlian menulis berita dan menayangkan berita itu bisa sebagai rutinitas
tambahan bagi pendidik nantinya. Dan pekerjaan sebagai jurnalis olahraga belum
termasuk pekerjaan yang menarik dikalangan masyarakat. Sehingga untuk
persaingan masih cukup ringan dan feedback
untuk jurnalis itu besar.
![]() |
| Opini Sistem Unnes |
Harapan
Pelayanan cepat dan prima Di UNNES
Kampus
merupakan suatu tempat pertemuan antar mahasiswa untuk pembelajaran, turkar
pikir dan mengkaji suatu permasalahan. Di kampus pula terkenal sebagi tempat
berdiskusi, menuangkan pendapat, serta melahirkan pemikiran yang dapat
membaharui suatu sistem. Sehingga kampus menjadi tempat yang paling di pilih
oleh mahasiswa untuk mengeksplor, berkreasi dan berinovasi yang terbaik untuk
negeri ini. Guna mewujudkan keinginan
mahasiswa sebagai agent of change bagi
masyarakat dan negeri ini maka dibutuhkan pula pelayanan untuk menunjang
keberhasilan dari mahasiswa. Baik pelayana terkait akademik, administrasi,
sarana prasarana maupun kemahasiswaan.
Pelayanan
tak jauh dari sistem yang terkait didalamnya. Oleh karena itu perlu beberapa
pembenahan sistem karena sistem itu sangant penting dalam menujang pelayanan ke
mahasiswa. Dalam pelayanan kampus pastinya sudah ada konsep yang baik dan
tersistematis. Baik dalam prosedur maupun metode sebuah sistem.
Sekarang
ini mahasiswa UNNES berharap pelayanan kampus dapat melayani mahasiswa secara
baik, mudah dan cepat. Pelayanan yang baik sangat diperlukan dalam menunjang
kinerja informasi maupun kebutuhan bagi objek kampu seperti dosen, mahasiswa
dan lainnya. Maka perlu pembenahan agar tidak terjadi masalah kedepannya.
Menelisik
dari permasalalahan pelayanan yang buruk dikampus tersebut, baik pelayanan
akademik, kemahasiswaan, administrasi maupun sarana prasarana. Dalam pelayanan
administrasi seperti halnya dalam pembuatan perijinan observasi yang terjadi
yaitu proses yang sangat panjang dan lama. Sehingga mahasiswa merasa kurang
puas dalam pelayanan. Selain itu dalam pelayanan akademik permasalahan dalam
hal pemesanan dan pengambilan mata kuliah yang terlalu sering trouble. Dan dalam pelayanan
kemahasiswaan proses pembuatan dan pengambilan jas almamater yang kurang
efektif karena dari beberapa mahasiswa sampe ada yang belum dapat dan
mengambil. Bahkan pembagian jas almamater molor sampai semester berikutnya.
Jadi keterlambatan dalam pelayanan perlu di cari solusinya tak ada permasalahan
yang lebih buruk di kedepannya. Kemudian
dalam pelayanan sarana dan prasarana yang berada di kampus beberapa ada yang
tak layang pakai seperti wc yang tersedia dalam laboratorium Prof. Soegijono
banyak mengalami kerusakan, kebersihan kurang, wastafleyang rusak sehingga tidak bisa mencuci tangan ditempat yang
disediakan. Hal ini membuktikan pelayanan sarana kampus yang kurang tanggap
dalam penangganan. Ironinya dari beberapa problemada
beberapa yang kurang cepat ditangani oleh pihak pelayanan kampus.
Dari
beberapa masalah pada pelayanan yang telah ada dan berjalan, perlu ada
perbaharuan baik dalam sistem maupun birokrasi. Sehingga masalah tersebut tidak
terjadi kedepannya dan objek pelayanan merasa puas dan birokrasi menjadi lebih
baik.
Pelayanan
yang cepat dan prima, sangatlah bermanfaat bagi sistem dan objeknya. Salah
satunya memberikan pelayanan yang standar sehingga memberi kepuasan pada objek
pelayanan. Penerapan pelayanan cepat dan prima dapat diterapkan dari beberapa
aspek yaitu dari jasa, kondisi dan sikap pelayanan. Dalam aspek jasa, birokrasi
pelayanan kampus memberi jasa yang terbaik. Seperti tepatnya waktu dalam
memberikan pelayanan, tidak
menunda-nunda pelayanan serta hasil jasa memenuhi keinginan objek sehingga
memuaskan objek pelayanan. Kemudian dari aspek kondisi, kondisi pelayanan
sarana prasarana yang diberikan misal perawatan, perbaikan dan kebersihan harus
tetap terjaga. Dan yang terakhir dari aspek sikap pelayanan, dalam pelayanan
cepat dan prima harus ada salam, senyum dan sapa agar ada rasa saling
menghormati antara pelayan dan objek pelayanan.
![]() |
| Feature News Tour ITE College East |
Negeri Patung Singa Tak Seperti Negeri Patung Pancoran
Pagi yang cerah dikontrakan megah salah satu mahasiswa PJKR Bilingual, beberapa mahasiswa
PJKR Bilingual angkatan 2015 untuk mengikuti program kuliah KKL (kuliah kerja
lapangan) ke Singapore. Sebelum rombongan berangkat rombongan mahasiswa
mengikuti acara pelepasan oleh jurusan yang dilepas secara simbolis di ruangan
sidang skripsi Laboratorium Soegijono. Mereka dilepas langsung oleh kepala
jurusan PJKR Bapak Dr. Mugiyo Hartono M.Pd dan beberapa dosen.
Canda tawa mewarnai perkumpulan
disalah satu kontrakan mahasiswa PJKR Bilingual. Detik demi detik semua
berkumpul dan berbincang perihal nanti apa yang harus disepakati disana karena
di Singapore negara yang sangat disiplin, sekali melanggar ada denda yang tidak
kecil apabila di rupiahkan, Ujar ketua KKL Singapore.
Disaat terik matahari mulai bersinar salah satu
mahasiswa memesan moda transportasi online yang sedang buming beberapa tahun
ini. Tak menunggu lama transportasi tersebut menjemput rombongan mahasiswa yang
cantik dan ganteng untuk berangkat ke bandara Ahmad Yani Semarang.
Perjalanan menuju bandara diwarnai dengan sedikit
nyanyian merdu dari salah satu mahasiswi untuk menghibur di salah satu mobil. Dan sampailah di bandara
Ahmad Yani Semarang mahasiswa menunggu untuk cek jumlah anggota
kelompok dan beberapa ada yang berfoto imut didepan pelataran bandara.
Disaat atmosfir mulai panas ada mahasiswa yang keteakutan dan merinding saat
maua masuk pemeriksaan.“ Pertama kali merasakan
bagaimana suasana di area bandara mulai dari boardingpass, pengecekan barang,
penyetakan tiket, pengecekan data identitas dll yang dikawal ketat dengan
pengamanan berlapis membuat tegang”, kata Mahasiswa berkacamata.
Setelah sekian lama menunggu mengurusi boardingpass, pengecekan barang, penyetakan tiket, pengecekan
data identitas dll. Mereka semua dipersilakan masuk ke
ruangan tunggu penerbangan internasional gate 4. Jadwal
pemberangkatan yang tertera ditiket keberangkatan pesawat dari Ahmad Yani pukul
15.40 WIB tetapi saat itu pesawat delay sampai 40 menit karena operasi belum siap. “Ternyata delay pesawat sangat
membosankan ditambah tanpa minuman karenan membawa minuman kedalam pesawat
tidak boleh, sekali bawa dibuang oleh petugas keamanan di bandara”, ujar Rio.
Perasaan mahasiswa kampungan saat dipesawat, “Pertama kali naik pesawat sangat dadigdug jantung ini dan takjup dengan
pemandangan diatas awan, terlihat sepanjang perjalanan keindahan bumi pertiwi
Indonesia ternyata indah dipandang dari atas”, ujar Si Kumis Tipis.
Sampailah di negeri singa bandara Changi Singapore, mahasiswa langsung merasa senang riang gembira melihat kawasan yang sangatlah berbeda dengan yang ada di semarang. Kemudian
mereka menuju kebagian migrasi untuk pengecekan identitas diri mereka satu per
satu.
Mahasiswa berselfi imut di bandara Changi. Setelah mereka puas berfoto
mereka menuju keluar bandara dan ternyata mereka langsung disambut oleh salah
satu pengajar di ITE East Collage yaitu Mr. Ray Mond Oong dengan senyum hangat.
Di negeri yang perlu mengeluarkan banyak kocek yang mana mereka harus membeli tiket MRT seharga 30 dollar Singapore untuk 3
hari disana. “Ternyata mahal
harga MRT sampai 30 dollar Singapore kalau di rupiahkan 300.000”, kata Si
Kriting.
Saat naik kapsul berjalan cepat salasatu
mahasiswa di kabarkan ada yang mengalami pusing kepala, karena belum terbiasan
dengan kereta cepat disana.
Pagi yang cerah dengan sedikit gerimis mereka pertama
menginjakan kaki di Singapore dan mereka mengunjungi ITE Collage East. Perjalanan
menuju ke ITE Collage East menggunakan bus dan diperjalanan mereka merasa
senang dan heran karena bisa melihat negara yang tertata rapi dan bersih disana
sini terlihat tak ada sampah sedikitpun. Sampai di ITE Collage East para
mahasiswa langsung disambut oleh Mr. Ray Mond Oong dengan sedikit candaan dan langsung
diajak mengelilingi ITE Collage East
Di sekolah yang megah dengan disinari matahari
yang hangat mereka mengikuti pembelajaran bersama
siswa-siswa ITE Collage East. Mereka mengikuti pembelajaran Manajemen PE, Swimming Class, Outdoor Class, Hockey
dan Strenght Conditioning exercise. Dan acara terakhir mahasiswa dikumpulkan dalam suatu forum yang isinya
tentang penjelasan sistem pembelajaran di Singapore yang berkaitan dengan
pendidikan jasmani baik untuk Primary
School dan Secondary School.
Dengan raut wajah yang semangat Mr.
Ray Mond Oong menjelaskan materi dan mahasiswa sangat antusias dan senang dengan mengikuti
rangkaian pembelajaran siang itu meskipun matahari sangat cerah dalam menyinari
ITE Collage East. Setelah semua rangkaian pembelajaran selesai mereka mendapat
cindera mata dari ITE Collage East berupa sertifikat mengikuti pembelajaran
singkat di ITE Collage East.
Perjalanan sehabis mencari pencerahan ilmu di sekolah megah dang gagah,
mereka pulang menuju penginapan tanpa dosen pendamping. Sampai dipenginapan malam
yang cerah penuh bintang beberapa mahasiswa mencari makanan dan beberapa
mahasiswa lainnya melihat secara langsung pertandingan AFC Cup di Stadion Jalan
Besar Singapore yang saat itu mempertemukan wakil dari Indonesia yaitu Persija
Jakarta melawan wakil dari Singapore yaitu Tampines Rovers FC.
Pagi yang dingi dengan suara burung jalak yang merdu menambah syahdu negeri singa.
Mahasiswa berwisata ke Sentosa Island yang dihiasi keindahan laut Palawan
yang jernih dan deburan ombak yang
memijat mata serta kapal-kapal yang bersandar. Setelah menikmati pemandangan di
Sentosa Island. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Universal Studio, tetapi
mereka tak masuk ke dalam Universal Studio. “Harga tiket sangat mahal mencapai 70 dollar Singapore jika di rupiahkan sekitar 700.000 rupiah”,
kata Ketua KKL, Abas. Tak lupa mereka berfoto imut didepan
globe Universal Studio.
Siang itu cuaca sangat cerah dengan sedikir semilir
angin bertiup yang menemani perjalanan mahasiswa. Dan disore hari mereka menuju
tempat Marina Bay yang mana disana terdapat patung Merlion icon Singapore, sore
itu lebih indah karena ditemani sunset dan senja sore itu di pelataran patung
Merlion.
Setelah senja berganti malam banyak gedung tinggi
pencakar langit dengan penerangan lampu warna –warni menambah keindahan kota.
Dengan riang gembira mereka cari sudut untuk berfoto. Pada jam 8 waktu setempat disekitar Marina Bay ada pertunjukan lampu
warna-warni yang menyinari langit Singapore, dengan berganti warna dan sedikit
iringan music merdu menambah nikmat malam itu. Beberapa turis disana
mengabadikan momen ini melalui gadget dan kamera digital, karena momen ini
sangat langkah dan hanya berjalan beberapa menit saja. Dengan gemerlap lampu
dan ditambah dengan area Merlion ada suatu bendungan diman banya kapal yang
melintas.dengan lampu warna-warni.
Pagi hari yang cerah perjalanan tak sampai disitu setelah
badan segar kembali mereka berkunjung ke Marina Garden semacam kebun besar kota yang berisi
bunga-bunga indah dang sangat rapi tersusun membuat semua mata terpesona.
Pemandangan dari jembatan atas taman juga tidak kalah indahnya. Setelah mereka menghabiskan
waktu untuk berfoto di Marina Garden.
Sesuatu yang takan pernah dilupakan dalam setiap perjalanan yaitu oleh-oleh yang berada
di Bugis. Banyak orang yang bilang tempat ini semacam pasar
tradisionalnya orang Singapore, karena disana banyak menjual oleh-oleh khas
Singapore mulai dari makanan, marchandise, pakaian, dll. Dari harganya juga
tidak terlalu mahal pas sekali dengan kantong yang mahasiswa. Banyak dari mahasiswa memborong tas yang harganya hanya 10 dollar dapat 3
dan tak lupa baju dengan icon merlion patung kepala singa berbadan ikan dengan
harga yang terjangkau hanya 10 dallar dapat 3.
Dan tak lupa bagi para mahasiswa yang mempunyai orang tercinta dan pecinta
coklat, disan ada coklat khas Singapore yang harganya tidak terlalu mahal dan
bias dijadikan oleh-oleh untuk teman kos,orang terdekat dan pacar jika
mempunyai. Setelah mereka puas membeli oleh-oleh, para mahasiswa mulai
merasakan lapar dan di area Bugis itu ada kuliner baik khas daerah,kuliner
Jepang, kuliner Cina dan kuliner Indonesia.
Salah satu mahasiswa parano dan takut makanan yang tercampur minyak babi. Menurut
Bakhar, meskipun ada kuliner khas Indonesia tapi mereka takut jika makanan yang
mereka makan bercampur dengan bahan yang mengandung babi yang mana haram bagi
umat muslim.
Tibalah saatnya dimana mereka harus meninggalkan tempat yang mengukir banyak kenangan saatnya chek out dari hotel untuk kembali ke Semarang.
Pagi itu mahasiswa sudah bersiap-siap untuk check out dari hotel dan mengecek apakah ada
barang yang tertinggal dihotel. melanjutkan perjalanan dari Changi Airport ke Jakarta.
Mereka pulang dengan hati riang gembira tanpa beban ke Jakarta, mereka naik pesawat Scoot dengan tujuan penerbangan bandara Soekarno Hatta telah
siap terbang dari Changi Airport menuju ke Soekarno Hatta tepat
pukul 11.20 waktu Singapore.
Jakarta sangat panas dan macet tapi mahasiswa seperti biasanya foto selfi untuk oleh-oleh dan laporan kepada
orang tua dan orang terdekat bahwa mereka sudah sampai di Jakarta. Untuk pulang
menuju Semarang mereka harus menggunakan kereta yang sebelumnya sudah dipesan
oleh panitia KKL Singapore. Untuk sampai di stasiun Pasar Senen mereka harus naik damri karena MRT yang disediakan oleh bandara hanya mengangkut dari stasiun
menuju bandara gratis dan dari bandara menuju stasiun harus berbayar 100.000
yang menurut mahasiswa sangatlah mahal. “Jadi untuk menuju stasiun
pasar senen yang mana naik MRT itu mahal diganti dengan moda
transportasi Damri yang harganya terjangkau hanya 40.000”, tegas Ketua KKL.
Saat diterminal burung besi menuju stasiun menempuh waktu yang tidaklah cepat yaitu 2 jam ke stasiun pasar senin. Didalam bus beberapa dari Mereka tidur
karena kecapean waktu perjalanan. Sampai di stasiun mereka merasa lapar karena perjalanan dari
singapura hanya memakan dua lembar roti gandum. Mereka akhirnya berinisiatif
membeli makanan ringan untuk mengganjal perut. Sembari menunggu salahsatu mahasiswa
mencetak tiket kereta.
Dan pada akhirnya mereka mendapatkan tiket dan langsung masuk kereta.
Sembari menunggu sampai disemarang mereka terlelap pulas
hingga sampai di pemberhentian terakhir kota perantauan Semarang.
repoter: reza pr





Tidak ada komentar:
Posting Komentar