Rabu, 02 Mei 2018

Cuaca Buruk Menemani Pemberangkatan Rombel Bilingual ke Singapura


Semarang – Pemberangkatan mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi rombel bilingual ke Singapura ditemani dengan cuaca buruk pada Senin, 23 April 2018 di Bandara Internasional Achmad Yani.


Pada pemberangkatan sejumlah 24 mahasiswa, dan 2 orang dosen dalam kegiatan kunjungan ke ITE Collage East dengan menggunakan pesawat air asia dengan nomer penerbangan QZ662 sempat tertunda karena cuaca buruk, setelah delay sekitar 20 menit, akhirnya diputuskan untuk tetap terbang dengan kondisi langit mendung dan gerimis.


Pada saat di dalam pesawat seluruh rombongan berbeda tempat duduk anatara satu dengan yang lainnya, ada yang bersebelahan dan ada yang terpisah. “kencangkan sabuk pengaman dan gunakan mode pesawat pada telepon anda” , ucap seorang pramugari. Take off berjalan dengan baik walaupun banyak goncangan terjadi didalam pesawat “saya merasa sayap pesawat seperti mau patah pada saat take off  karena menerjang hujan”, ungkap Zaman


Di ketinggian 2000 kaki cuaca normal, terlihat awan dan cuaca yang cerah, seluruh penumpang pesawat menikmati perjalanan, ada yang diisi dengan mendengarkan musik, tidur, makan ataupun melihat-lihat pemandangan. Pada ketinggian 3600 kaki terjadi cuaca buruk lagi “Perhatian bagi seluruh penumpang untuk tidak menggunakan telepon, menggunakan toilet, dan kencangkan sabuk pengaman, karena cuaca sedang buruk”, ungkap salah satu kabin pesawat. Setelah 10 menit terbang akhirnya cuaca kembali normal lagi. “Langsung istighfar, dan baca Al-Quran, baru pertama kali naik pesawat langsung dikasih cuaca buruk”, ungkap Anisa salah seorang penumpang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar