Semarang
– Pemberangkatan mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
rombel bilingual ke Singapura ditemani dengan cuaca buruk pada Senin, 23 April
2018 di Bandara Internasional Achmad Yani.
Pada
pemberangkatan sejumlah 24 mahasiswa, dan 2 orang dosen dalam kegiatan
kunjungan ke ITE Collage East dengan menggunakan pesawat air asia dengan nomer
penerbangan QZ662 sempat tertunda karena cuaca buruk, setelah delay sekitar
20 menit, akhirnya diputuskan untuk tetap terbang dengan kondisi langit mendung
dan gerimis.
Pada
saat di dalam pesawat seluruh rombongan berbeda tempat duduk anatara satu dengan
yang lainnya, ada yang bersebelahan dan ada yang terpisah. “kencangkan sabuk
pengaman dan gunakan mode pesawat pada telepon anda” , ucap seorang pramugari. Take
off berjalan dengan baik walaupun banyak goncangan terjadi didalam pesawat “saya
merasa sayap pesawat seperti mau patah pada saat take off karena menerjang hujan”, ungkap Zaman
Di
ketinggian 2000 kaki cuaca normal, terlihat awan dan cuaca yang cerah, seluruh
penumpang pesawat menikmati perjalanan, ada yang diisi dengan mendengarkan musik,
tidur, makan ataupun melihat-lihat pemandangan. Pada ketinggian 3600 kaki
terjadi cuaca buruk lagi “Perhatian bagi seluruh penumpang untuk tidak
menggunakan telepon, menggunakan toilet, dan kencangkan sabuk pengaman, karena
cuaca sedang buruk”, ungkap salah satu kabin pesawat. Setelah 10 menit terbang
akhirnya cuaca kembali normal lagi. “Langsung istighfar, dan baca Al-Quran,
baru pertama kali naik pesawat langsung dikasih cuaca buruk”, ungkap Anisa
salah seorang penumpang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar