Memilih
Senam Aerobik dari pada Memasak untuk Menu Berbuka
Semarang
(23/4)
Sanggar UKM senam
Universitas Negeri Semarang selalu ramai dikunjungi para ibu-ibu untuk
mengikuti senam aerobik mulai dari pukul 16.30 sampai dengan pukul 17.30,
meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Berolahraga pada bulan puasa
sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga bulan puasa tidak menjadi
penghalang segala bentuk aktivitas. Selalu terlihat ramai dikunjungi sanggar
UKM Senam setiap sorenya, para ibu-ibu dan mahasiswi melakukkan senam dengan
penuh semangat.”Saya seminggu 2 kali senam, untuk menjaga berat badan saya agar
tetap normal apalagi dibulan puasa ini yang menambah nafsu makan”, ujar Silvi.
Kebanyakan ibu-ibu memilih
melakukkan senam aerobic daripada menyiapakan menu buka puasa diruamah karena
mereka telah menyiapkan sebelumnya sebelum berangkat senam.”Saya utamakan
kesehatan saya juga, dan saya sudah menyiapkan menu berbuka untuk keluarga
sebelum berangkat senam”,ungkap ibu Nia seusai melakukkan senam selama 1 jam.
Puasa Tidak
Menghalangi Atlet untuk Menjalankan Program Latihan
Lapangan atletik Universitas
Negeri Semarang selalu ramai di sore hari termasuk pada bulan Ramadhan, banyak
masyarakat umum yang melakukkan kegiatan olahraga dan banyak atlet yang tetap melakukkan
latihan.
Bulan Ramadhan adalah bulan
dimana seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa, tidak melakukkan
kegiatan makan dan minuum dari terbitnya fajar sampai terbenamnya senja. Ada
beberapa orang yang terhalang dengan kegiatan berpuasa seperti jadi malas untuk
melakukkan aktivitas.
Beda cerita dengan para
atlet dari cabang olahraga atletik Unnes, mereka tetap menjalankan program
latihan dan mereka tetap menjalankan ibadah puasa.”Saya setiap hari latihan
sehari dua kali yaitu pagi dan sore”, ujar seorang atlet yang bertubuh kecil.
Ada beberapa atlet dari
masing-masing cabang olahraga atletik yang setiap hari melakukkan latihan
diantaranya adalah atlet lari jarak jauh, atlet tolak peluru, atlet jalan
cepat, dan atlet lari jarak pendek. “Saya harus menjalankan program ini, karena
kalau saya tidak menjalankan program maka akan mengulang fisik dari awal lagi”,
Ujar atlet lari jarak jauh bernama Septiana Dita Sar.
Kebanyakan atlet melakukkan
latihan pada pukul 16.00 sampai 17.00 melihat kondisi cuaca juga jika matahari
masih terlihat maka mereka akan memundurkan jadwal latihan menjadi pukul 16.30
sampai 17.30. Terlihat pada saat mereka melakukkan latihan seperti memiliki
banyak sekali energy karena mereka tidak terlihat seperti sedang berpuasa.
“Rasanya biasa aja
melakukkan latihan dibulan puasa hanya yang membedakan adalah tidak bisa
istirahat untuk minum”, ujar atlet yang telah menaiki podium juara pertama
berkali-kali. Jadi, bulan ramadhan tidak menghalangi segala bentuk aktivitas,
tidak makan dan tidak minum tidak mengganggu segala bentuk pekerjaan dan bahkan
dapat melatih segala bentuk kesabaran, dan menahan hafa nafsu.
Opini :
Penurunan Jumlah Peserta Piala Rektor Bolabasket Unnes karena Minimya Publikasi
Oleh
: Anisa Trihidayati
Terjadi penurunan jumlah peserta dari tim putra maupun
tim putri pada ajang Piala Rektor Bolabasket Universitas Negeri Semarang dari
tahun ke tahun karena minimnya publikasi terhadap peserta.
Bolabasket merupakan salah satu cabang olahraga
favorit dikalangan siswa siswi Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas,
dan Kejuruan, pada saat ini juga beberapa SMA Negeri maupun Swasta di Jawa Tengah
berani memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi di cabang bolabasket
pada penerimaan siswa baru maupun mahasiswa baru.
Sehubungan dengan hal tersebut Himpunan Mahasiswa
jurusan PJKR mengadakan suatu kegiatan Piala Rektor Bolabasket, yang setiap
tahunnya dilaksanakan pada rentang bulan April sampai dengan Mei yang bertujuan
sebagai wadah bagi para pebasket muda untuk menunjukkan kemampuannya dalam
bermain.
Namun, setiap tahun jumlah peserta yang mengikuti
Piala Rektor Bolabasket Unnes mengalami penurunan baik dari tim putra maupun
tim putri. Sejak tahun 2016 jumlah tim putra sebanyak 16 tim dan tim putri 10
tim dan pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 16 tim putra dan 8 tim
putri. Kemudian ditahun ini penurunannya dratis menjadi 14 tim putra dan 6 tim
putri.
Menurunnya jumlah peserta disebabkan oleh beberapa
faktor, baik dari faktor panitia penyelenggara maupun dari peserta. Faktor dari
panitia salah satunya adalah mepetnya persiapan sehingga menyebabkan minimnya
pemberitahuan kepada peserta dan undangan yang diberikan kepada peserta
cenderung berdekatan dengan hari pelaksanakan sehingga membuat peserta
memikirkan dua kali untuk mengikuti kegiatan ini, karena rentang waktu yang
singkat untuk melakukkan persiapan.
Hal ini dapat diatasi dengan pemberitahuan kepada
peserta ditahun sebelumnya bahwa kegitan ini juga akan dilaksanakan pada tahun
selanjutnya, dan juga diawalkannya persiapan oleh panitia penyelenggara
sehingga tidak terjadi penurunan jumlah peserta.
Opini : Copy
Paste Mengulang Tahun Depan Mata Kuliah Sport Journalistic
Oleh
: Anisa Trihidayati
Kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat segala
sesuatu menjadi mudah dilakukkan dengan praktis dan cepat terutama pada
penggunaan internet yang mempermudah kegiatan dibidang pendidikan dimana semua
materi pembelajaran dapat diakses dengan internet, tetapi banyak yang
menyalahgunakan copy paste tugas dari internet.
Suatu mata kuliah dijurusan PJKR Unnes yaitu sport
journalistic menerapkan peraturan diawal kontrak kuliah yaitu barang siapa
yang mengerjakan tugas kuliah dengan copy paste dari internet ataupun
dari teman sudah dipastikan bahwa harus mengulang ditahun depan. Ancaman ini cukup
membuat para mahasiwa jera dan mengerjakan tugas tanpa copy paste.
Pada awalnya bagi mahasiswa yang kebiasaan copy
paste merasakan kesulitan dalam mengerjakan tugas tetapi sampai saat ini
para mahasiswa dapat mengerjakan tugas dengan baik. Kebijakan dari seorang
dosen sangat mempengaruhi bagaimana karakter mahasiswa terbentuk. Jadi, dengan
kebijakan copy paste mengulang tahun depan membuat karakter mahasiswa
terbentuk, mengasah kemampuan menulis, menambah krativitas, dan yang terpenting
adalah menghilangkan budaya copy paste.
Angkatan 2014 Kantongi Juara
Umum pada Pekan Olahraga Antar Semester Jurusan Ilmu Keolahragaan
SEMARANG - Pekan olahraga antar
semester jurusan Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Negeri Semarang
dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 4-5 Mei 2018 yang bertempatan di dua tempat
yaitu lapangan Prof. Kamiso dan laboratorium Prof. Soegijono. Pada hari pertama
cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bola voli, futsal, dan gobag sodor
dan untuk hari kedua cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bola basket,
dilanjutkan untuk babak semi final cabang olahraga futsal dan bola voli.
Kegiatan
pertama yang dilakukkan pada hari Jumat, 4 Mei 2018 adalah upacara pembukaan
yang dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing angkatan dari IKOR 2014
sebagai angkatan tertua sampai dengan IKOR 2017 sebagai angkatan termuda,dan
jajaran dosen jurusan Ilmu Keolahragaan. Panitia penyelenggara kegiatan ini
adalah himpunan mahasiswa dari jurusan IKOR yang di ketuai oleh Satria Yudha
Perkasa dan kegiatan ini merupakan
agenda tahunan dari Hima IKOR yang setiap tahun wajib dilaksanakan.
Ungkap salah satu
panitia penyelenggara kegiatan ini “Tujuan diadakannya pekan olahrga antar
semester adalah untuk menyambung tali silaturahmi mahasiswa antar angkatan,
memberikan nilai-nilai keolahragaan pada mahasiswa, menyolidkan mahasiswa
jurusan ilmu keolahragaan, serta meyalurkan hobi-hobi mahasiswa pada cabang
olahraga tertentu dengan adanya kompetisi”. “Semoga kegiatan tahunan ini dapat
berjalan dengan lancar, seluruh peserta dapat bersikap sportif dan
tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai”, harapan Surya lelaki bertubuh gempal.
Kegiatan pekan olahraga atar semester bertemakan Membangun Semangat Mahasiswa
Ilmu Keolahragaan Melalui Pestasi Olahraga. Setelah kegiatan ini resmi dibuka oleh
ketua jurusan IKOR seluruh peserta bersorak-sorai penuh semangat menyambut
kegiatan ini.
Pertandingan
pertama yang dilakukkan adalah gobag sodor setiap angkatan diwajibkan
mengirimkan 2 tim setiap anggota tim berjumlah 5 orang dan setiap tim tidak
memiliki aturan harus laki-laki semua ataupun harus perempuan semua, anggota
timnya adalah bebas boleh dicampur laki-laki dan perempuan, permainan ini merupakan
permainan tradisional yang sudah dipatenkan oleh KOTI (Komunitas Olahraga
Tradisional Indonesia), permainan ini dilakukkan sangat antusias oleh
masing-masing tim, siapa yang berhasil mencetak poin terbanyak atau bisa
melewati seluruh hadangan itu berarti dikandidatkan sebagai pemenang.
Sistem
pertandingan yang digunakkan pada permainan gobag sodor adalah sistem gugur
ketika 10 menit berjalan rombongan supporter dari angkatan 2014
berbondong-bondong menuju lapangan Prof. Kamiso dengan segala atribut yang
mereka bawa dari mulai bendera, balon, drum. “Semangat sedulur-sedulurku IKOR
2014 kalian pasti bisa”, teriak salah satu supporter. Atmosfer
pertandingan sangat terasa ketika babak perebutan juara pertama antara IKOR
2014 dengan IKOR 2016, teriakan pendukung masing-masing tim membuat tim harus
mempertahankan reputasinya untuk memenangkan pertandingan ini, dan tiupan
peluit salah satu wasit menandakan telah berakhir pertandingan babak final
cabang olahraga tradisional gobag sodor yang berhasil dimenangkan oleh IKOR
angkatan 2014, kembali teriakkan para pendukung membuat gaduh lapangan Prof.
Kamiso.
Pertandingan
kedua adalah bola voli setiap tim diwajibkan mengirimkan 2 tim laki-laki dan 1
tim perempuan. Pada pertandingan babak penyisihan masih belum terasa bagaimana
fanatiknya dari masing-masing pendukung tim angkatan dan matahari yang semakin berjalan diatas
ubun-ubun tidak menurunkan semangat para pendukung, pemain, dan seluruh
panitia, pada saat pertandingan antara IKOR 2014 B dan IKOR 2016 A terjadi
perbedaan persepsi antara keptusan wasit dan pendukung tim, yang memicu salah
satu supporter dari angkatan 2014 memprovokasi supporter yang
lain dan tidak mau kalah supporter muda dari 2016 juga ikut membela
timnya, sehingga terjadilah adu mulut antara supporter 2014 dengan 2016,
posisi tribun yang berdekatan membuat kejadian ini semakin memanas, sampai
terjadi dorong mendorong antar supporter, saling mengumpat beberapa pantia
kewalahan meredamkan konflik antara kakak dan adik karena tidak ada yang mau
mengalah semuanya merasa benar dari angkatan 2014 sangat merasa bahwa mereka
benar dan merasa berkuasa karena mereka tertua pada kegiatan ini sedangkan
angkatan 2016 berusaha membela diri sendiri, karena mereka menganggap juga
bahwa mereka benar. “Saya berusaha melerai, tetapi malah saya kena pelampiasan sikutan
dari salah satu supporter”, ungkap miqdad salah satu panitia.
Akhirnya
supporter dari 2014 sebagai kakak mencoba mengalah dan memahami keputusan wasit
bahwa poin yang didapatkan adalah untuk tim IKOR 2016, pertandingan pada babak
ini dimenangkan oleh IKOR 2016, dan para pendukung angkatan 2014 bersikap
sportif menerima kekalahan yang didapatkan timnya, tidak memprovokasi lagi
seperti pada saat pertandingan berlangsung dan tim dari IKOR 2014 tidak dapat
melanjutkan pertandingan pada babak selanjutnya, karena sistem pertandingan
yang digunakkan adalah knock out atau biasa disebut sistem gugur. Sampai
kepada pertandingan final putra cabang olahraga bola voli diperebutkan antara
tim IKOR 2014 A dan IKOR 2015 B, jalannya pertandingan yang sangat menegangkan
akhirnya tiupan peluit wasit berbunyi menandakan telah berqkhirnya sebuah
pertandingan dan tim putra yang menjadi juara pertama adalah IKOR 2014 A dan
juara keduanya adalah IKOR 2015 B. pada pertandingan final putri cabang
olahraga bola voli diperebutkan antara IKOR 2015 dengan IKOR 2014, dan hasil
akhir dari pertandingan ini, lagi-lagi dan lagi dimenangkan oleh IKOR 2014,
kalimat yang tua yang mengalah tidak berlaku pada kesempatan kali ini bahwa
yang tua tidak mau kalah.
Setelah
selesai pertandingan bola voli dilanjutkan pertandingan futsal dilapangan yang
sama, hanya diikuti oleh tim putra, dan dari masing-masing angkatan mengirimkan
2 tim futsal. Pertandingan berlangsung dengan sportif tidak terjadi adu mulut,
ataupun provokasi, seluruh mahasiswa telah menyadari bahwa tindakan seperti
provokasi tidak mencerminkan nilai-nilai yang terdapat dalam olahraga.
Pertandingan final futsal untuk pertama kalinya tim angkatan 2014 tidak lolos
ke final, tetapi yang masuk ke babak final adalah tim dari angkatan 2017 A dan
angkatan 2016 B, seperti pertandingan final cabang yang lainnya terjadi
ketegangan antara kedua tim, sama-sama kuat, dan sama-sama ingin menjadi juara
pertama, banyak pemain yang bertabrakan satu dengan yang lainnya untuk
memperebutkan si bundar dan pada tiupan peluit panjang oleh wasit yang
menandakan telah berakhirnya pertandingan, dan pertandingan final ini
dimenangkan oleh IKOR 2017 A dan tim dari IKOR B harus mengakui kehebatan dan
kemenangan dari IKOR 2017 A.
Pekan olaharaga antar semester jurusan Ilmu Keolahrgaan berlanjut
pada hari kedua yaitu sabtu, 5 Mei 2017 bertempatan di Laboratorium Prof.
Soegijono yaitu pertandingan bolabasket putra dan putri dari setiap angkatan
diwajibkan mengirimkan 2 tim putra dan 1 tim putri. Pada hari kedua jumlah
pendukung dari masing-masing angkatan berkurang karena pada hari libur yang
kebanyakan memilih untuk melepas rindu dengan kedua orang tua dirumah, terlepas
dari sedikitnya pendukung tetapi masih ada beberapa segerombol orang yang
selalu setia mendukung tim nya dalam melaksanakan pertandingan. Pertandingan
bola basket dimulai dari pagi hingga malam hari,yang dipandu oleh dua orang
wasit yang bernama Geral Agatha dan Meda Kresna Audyza.
Pada saat
pertandingan berlangsung terjadi sebuah kejadian dimana seorang pemain dari tim
IKOR 2017 dicederai oleh lawannya yaitu pemain dari angkatan 2016 korban sampai
terjatuh dan selama beberapa menit tidak bisa menggerakan kakinya, seketika itu
para medis yang sedang melamun dipinggir lapangan dikagetkan oleh
teriakan-teriakan memanggil petugas medis dan kemudian kedua petugas medis
segera berlari menuju korban yang masih tergeletak lemah di tengah lapangan,
kedua petugas medis segera melakukkan pertolongan pertama untuk tindakan
cedera, setelah dirasa baik kemudian korban di angkat menggunakan tandu untuk
dibawa ke pinggir lapangan, dan dilakukkan perawatan yang lebih, diagnosa awal
terjadi dislokasi dibagian lutut, dan harus ditangani oleh ahli di bidang
pertulangan dan kedua petugas medis menyatakan tidak sanggup untuk memberikan
pertolongan pada akhirnya salah satu panitia bergegas mencari masseur
untuk mereposisi lutut yang cedera dan pada saat itu tidak ada masseur
yang dapat membantu karena masih ada agenda sendiri yang sedang dikerjakan dan
tidak bisa di tinggalkan.
Menurut pengakuan korban cedera, “Ini pertama
kali saya cedera dibagian lutut, jadi terasa kaget dan sakit” setelah dirawat
oleh petugas medis dengan tindakan seadanya, keadaan korban lebih membaik walaupun
tanpa perawatan masseur tetapi tidak dapat melanjutkan pertandingan karena
dikhawatirkan dapat menyebabkan cedera yang lebih parah lagi. Setelah masa
perawatan korban selesai, pertandingan tetap dilanjutkan dan pada pertandingan Pertandingan
terus berlanjut seluruh panitia dengan semangat kerjanya masih tetap
menjalankan tugasnya dengan maksimal.
Pertandingan
dilanjutkan dan tidak ada pemain yang mengalami cidera, walaupun body
contact masih sering dilakukkan antar pemain, seluruh pemain dan supporter
bersikap sportif , “walaupun tim yang saya dukung sudah kalah, tetapi
bagi saya, saya harus menyaksikan kegiatan poraster ini sampai dengan selesai”,
ungkap salah satu supporter berwajah kearab-araban. Sampai pada pertandingan
final putri bola basket, terlihat pemain dengan segala sisa tenaga mereka
saling memperebutkan bola kemudian menggiring bola sampai berada dibawah ring
pada saat mrnrmbak tidak masuk dan mereka tidak menyerah berusaha mengambil dan
merebutnya lagi dan mencoba menembaknya lagi kedalam ring dan terjadilah poin
untuk tim IKOR 2014 sehingga poin sama yaitu 4-4 antara IKOR 2014 putri melawan
IKOR 2016 putra. Quarter empat final putri semakin membuat para pemain
habis-habisan untuk membela timnya untuk menjadi juara satu pada cabang
olahraga bola basket. Pada detik terakhir pemain nomor punggung 11 dari tim
IKOR 2014 putri berhasil menambah angka sehingga dapat diketahui hasilnya yang
menjadi juara pertama bola basket putri adalah IKOR 2014.
Pada
pertandingan final putra cabang olahraga bolabasket diperebutkan antara tim
IKOR 2016 B melawan IKOR 2017 A, babak final kali ini terlihat jauh antara IKOR
2016 B dengan IKOR 2017 A, tim dari IKOR 2016 B memiliki komposisi pemain yang
mumpuni pada setiap posisinya sehingga semua saling melengkapi ketimbang dari
tim IKOR 2017 A hanya 3 orang yang menguasai dan memahami betul permainan bola
basket, dari sini sudah terlihat siapa yang akan menjadi juara pertama cabang
olahraga bola basket yaitu IKOR 2016 B dan juara kedua dimenangkan oleh IKOR
2017 A.
Setelah
pertandingan bolabasket selesai dilakukannya upacara penutupan yang wajib
dihadiri oleh seluruh juara agar dapat mengambil hadiah dan piala. “Saya sangat
bangga kepada seluruh juara yang sudah berusaha keras dan bersikap sportif walaupun kemarin sempat terjadi hal diluar
dugaan tidak apa-apa, jadikan semua itu sebagai pembelajaran karena manusia
adalah tempatnya salah dan kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa”,
ungkap ketua panitia pelaksana. Wajah-wajah juara terlihat sumringah menerima
piala yang diberikan, ada juga pemain yang melakukan sujud syukur atas kemenangannya
dengan penuh perjuangan yang berliku-liku. Setelah kegiatan pekan olahraga
antar semester 2018 jurusan IKOR secara resmi telah ditutup, pembawa acara
memberikan pengumuman penting kepada seluruh peserta, bahwa pada ppekan
olahraga antar semester ditahub ini terdapat tambahan juara yaitu juara umum,
kemudian pembawa acara menyampaikan bahwa IKOR angkatan 2014 dinobatkan sebagai
juara umum karena paling banyak mendapatkan juara pertama yaitu pada beberapa
cabang olahraga diantaranya adalah gobag sodor, bola voli putra, basket putri,
dan bola voli putra.
Kegiatan pekan
olahraga antar semester berangsung dengan lancar selama dua hari, meskipun
banyak kendala yang dilewati oleh panitia pelaksana tetapi telah dibayar dengan
suksesnya seluruh pertandingan dan seluruh jalannya acara. “saya sangat lega,
karena saya bisa menyelesaikan tanggug jawab saya terhadap kegiatan pekan
olahraga antar semester ini, karena sebelumnya saya belum pernah menjadi ketua
dan mengadakan kegiatan seperti ini”, tambah ketua panitia pelaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar