Rabu, 23 Mei 2018

Straight News, Reportase, Opini, Feature



Memilih Senam Aerobik dari pada Memasak untuk Menu Berbuka

Semarang (23/4)
Sanggar UKM senam Universitas Negeri Semarang selalu ramai dikunjungi para ibu-ibu untuk mengikuti senam aerobik mulai dari pukul 16.30 sampai dengan pukul 17.30, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Berolahraga pada bulan puasa sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga bulan puasa tidak menjadi penghalang segala bentuk aktivitas. Selalu terlihat ramai dikunjungi sanggar UKM Senam setiap sorenya, para ibu-ibu dan mahasiswi melakukkan senam dengan penuh semangat.”Saya seminggu 2 kali senam, untuk menjaga berat badan saya agar tetap normal apalagi dibulan puasa ini yang menambah nafsu makan”, ujar Silvi.
Kebanyakan ibu-ibu memilih melakukkan senam aerobic daripada menyiapakan menu buka puasa diruamah karena mereka telah menyiapkan sebelumnya sebelum berangkat senam.”Saya utamakan kesehatan saya juga, dan saya sudah menyiapkan menu berbuka untuk keluarga sebelum berangkat senam”,ungkap ibu Nia seusai melakukkan senam selama 1 jam.

Puasa Tidak Menghalangi Atlet untuk Menjalankan Program Latihan

Lapangan atletik Universitas Negeri Semarang selalu ramai di sore hari termasuk pada bulan Ramadhan, banyak masyarakat umum yang melakukkan kegiatan olahraga dan banyak atlet yang tetap melakukkan latihan.
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa, tidak melakukkan kegiatan makan dan minuum dari terbitnya fajar sampai terbenamnya senja. Ada beberapa orang yang terhalang dengan kegiatan berpuasa seperti jadi malas untuk melakukkan aktivitas.
Beda cerita dengan para atlet dari cabang olahraga atletik Unnes, mereka tetap menjalankan program latihan dan mereka tetap menjalankan ibadah puasa.”Saya setiap hari latihan sehari dua kali yaitu pagi dan sore”, ujar seorang atlet yang bertubuh kecil.
Ada beberapa atlet dari masing-masing cabang olahraga atletik yang setiap hari melakukkan latihan diantaranya adalah atlet lari jarak jauh, atlet tolak peluru, atlet jalan cepat, dan atlet lari jarak pendek. “Saya harus menjalankan program ini, karena kalau saya tidak menjalankan program maka akan mengulang fisik dari awal lagi”, Ujar atlet lari jarak jauh bernama Septiana Dita Sar.
Kebanyakan atlet melakukkan latihan pada pukul 16.00 sampai 17.00 melihat kondisi cuaca juga jika matahari masih terlihat maka mereka akan memundurkan jadwal latihan menjadi pukul 16.30 sampai 17.30. Terlihat pada saat mereka melakukkan latihan seperti memiliki banyak sekali energy karena mereka tidak terlihat seperti sedang berpuasa.
“Rasanya biasa aja melakukkan latihan dibulan puasa hanya yang membedakan adalah tidak bisa istirahat untuk minum”, ujar atlet yang telah menaiki podium juara pertama berkali-kali. Jadi, bulan ramadhan tidak menghalangi segala bentuk aktivitas, tidak makan dan tidak minum tidak mengganggu segala bentuk pekerjaan dan bahkan dapat melatih segala bentuk kesabaran, dan menahan hafa nafsu.

Opini : Penurunan Jumlah Peserta Piala Rektor Bolabasket Unnes karena Minimya Publikasi
Oleh : Anisa Trihidayati

Terjadi penurunan jumlah peserta dari tim putra maupun tim putri pada ajang Piala Rektor Bolabasket Universitas Negeri Semarang dari tahun ke tahun karena minimnya publikasi terhadap peserta.

Bolabasket merupakan salah satu cabang olahraga favorit dikalangan siswa siswi Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Kejuruan, pada saat ini juga beberapa SMA Negeri maupun Swasta di Jawa Tengah berani memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi di cabang bolabasket pada penerimaan siswa baru maupun mahasiswa baru.

Sehubungan dengan hal tersebut Himpunan Mahasiswa jurusan PJKR mengadakan suatu kegiatan Piala Rektor Bolabasket, yang setiap tahunnya dilaksanakan pada rentang bulan April sampai dengan Mei yang bertujuan sebagai wadah bagi para pebasket muda untuk menunjukkan kemampuannya dalam bermain.

Namun, setiap tahun jumlah peserta yang mengikuti Piala Rektor Bolabasket Unnes mengalami penurunan baik dari tim putra maupun tim putri. Sejak tahun 2016 jumlah tim putra sebanyak 16 tim dan tim putri 10 tim dan pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 16 tim putra dan 8 tim putri. Kemudian ditahun ini penurunannya dratis menjadi 14 tim putra dan 6 tim putri.

Menurunnya jumlah peserta disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari faktor panitia penyelenggara maupun dari peserta. Faktor dari panitia salah satunya adalah mepetnya persiapan sehingga menyebabkan minimnya pemberitahuan kepada peserta dan undangan yang diberikan kepada peserta cenderung berdekatan dengan hari pelaksanakan sehingga membuat peserta memikirkan dua kali untuk mengikuti kegiatan ini, karena rentang waktu yang singkat untuk melakukkan persiapan.

Hal ini dapat diatasi dengan pemberitahuan kepada peserta ditahun sebelumnya bahwa kegitan ini juga akan dilaksanakan pada tahun selanjutnya, dan juga diawalkannya persiapan oleh panitia penyelenggara sehingga tidak terjadi penurunan jumlah peserta.

Opini : Copy Paste Mengulang Tahun Depan Mata Kuliah Sport Journalistic
Oleh : Anisa Trihidayati

Kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat segala sesuatu menjadi mudah dilakukkan dengan praktis dan cepat terutama pada penggunaan internet yang mempermudah kegiatan dibidang pendidikan dimana semua materi pembelajaran dapat diakses dengan internet, tetapi banyak yang menyalahgunakan copy paste tugas dari internet.

Suatu mata kuliah dijurusan PJKR Unnes yaitu sport journalistic menerapkan peraturan diawal kontrak kuliah yaitu barang siapa yang mengerjakan tugas kuliah dengan copy paste dari internet ataupun dari teman sudah dipastikan bahwa harus mengulang ditahun depan. Ancaman ini cukup membuat para mahasiwa jera dan mengerjakan tugas tanpa copy paste.

Pada awalnya bagi mahasiswa yang kebiasaan copy paste merasakan kesulitan dalam mengerjakan tugas tetapi sampai saat ini para mahasiswa dapat mengerjakan tugas dengan baik. Kebijakan dari seorang dosen sangat mempengaruhi bagaimana karakter mahasiswa terbentuk. Jadi, dengan kebijakan copy paste mengulang tahun depan membuat karakter mahasiswa terbentuk, mengasah kemampuan menulis, menambah krativitas, dan yang terpenting adalah menghilangkan budaya copy paste.

Angkatan 2014 Kantongi Juara Umum pada Pekan Olahraga Antar Semester Jurusan Ilmu Keolahragaan

SEMARANG - Pekan olahraga antar semester jurusan Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Negeri Semarang dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 4-5 Mei 2018 yang bertempatan di dua tempat yaitu lapangan Prof. Kamiso dan laboratorium Prof. Soegijono. Pada hari pertama cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bola voli, futsal, dan gobag sodor dan untuk hari kedua cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bola basket, dilanjutkan untuk babak semi final cabang olahraga futsal dan bola voli.
Kegiatan pertama yang dilakukkan pada hari Jumat, 4 Mei 2018 adalah upacara pembukaan yang dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing angkatan dari IKOR 2014 sebagai angkatan tertua sampai dengan IKOR 2017 sebagai angkatan termuda,dan jajaran dosen jurusan Ilmu Keolahragaan. Panitia penyelenggara kegiatan ini adalah himpunan mahasiswa dari jurusan IKOR yang di ketuai oleh Satria Yudha Perkasa dan kegiatan ini  merupakan agenda tahunan dari Hima IKOR yang setiap tahun wajib dilaksanakan.
Ungkap salah satu panitia penyelenggara kegiatan ini “Tujuan diadakannya pekan olahrga antar semester adalah untuk menyambung tali silaturahmi mahasiswa antar angkatan, memberikan nilai-nilai keolahragaan pada mahasiswa, menyolidkan mahasiswa jurusan ilmu keolahragaan, serta meyalurkan hobi-hobi mahasiswa pada cabang olahraga tertentu dengan adanya kompetisi”. “Semoga kegiatan tahunan ini dapat berjalan dengan lancar, seluruh peserta dapat bersikap sportif dan tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai”, harapan Surya lelaki bertubuh gempal. Kegiatan pekan olahraga atar semester bertemakan Membangun Semangat Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Melalui Pestasi Olahraga. Setelah kegiatan ini resmi dibuka oleh ketua jurusan IKOR seluruh peserta bersorak-sorai penuh semangat menyambut kegiatan ini.
Pertandingan pertama yang dilakukkan adalah gobag sodor setiap angkatan diwajibkan mengirimkan 2 tim setiap anggota tim berjumlah 5 orang dan setiap tim tidak memiliki aturan harus laki-laki semua ataupun harus perempuan semua, anggota timnya adalah bebas boleh dicampur laki-laki dan perempuan, permainan ini merupakan permainan tradisional yang sudah dipatenkan oleh KOTI (Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia), permainan ini dilakukkan sangat antusias oleh masing-masing tim, siapa yang berhasil mencetak poin terbanyak atau bisa melewati seluruh hadangan itu berarti dikandidatkan sebagai pemenang.
Sistem pertandingan yang digunakkan pada permainan gobag sodor adalah sistem gugur ketika 10 menit berjalan rombongan supporter dari angkatan 2014 berbondong-bondong menuju lapangan Prof. Kamiso dengan segala atribut yang mereka bawa dari mulai bendera, balon, drum. “Semangat sedulur-sedulurku IKOR 2014 kalian pasti bisa”, teriak salah satu supporter. Atmosfer pertandingan sangat terasa ketika babak perebutan juara pertama antara IKOR 2014 dengan IKOR 2016, teriakan pendukung masing-masing tim membuat tim harus mempertahankan reputasinya untuk memenangkan pertandingan ini, dan tiupan peluit salah satu wasit menandakan telah berakhir pertandingan babak final cabang olahraga tradisional gobag sodor yang berhasil dimenangkan oleh IKOR angkatan 2014, kembali teriakkan para pendukung membuat gaduh lapangan Prof. Kamiso.
Pertandingan kedua adalah bola voli setiap tim diwajibkan mengirimkan 2 tim laki-laki dan 1 tim perempuan. Pada pertandingan babak penyisihan masih belum terasa bagaimana fanatiknya dari masing-masing pendukung tim angkatan dan  matahari yang semakin berjalan diatas ubun-ubun tidak menurunkan semangat para pendukung, pemain, dan seluruh panitia, pada saat pertandingan antara IKOR 2014 B dan IKOR 2016 A terjadi perbedaan persepsi antara keptusan wasit dan pendukung tim, yang memicu salah satu supporter dari angkatan 2014 memprovokasi supporter yang lain dan tidak mau kalah supporter muda dari 2016 juga ikut membela timnya, sehingga terjadilah adu mulut antara supporter 2014 dengan 2016, posisi tribun yang berdekatan membuat kejadian ini semakin memanas, sampai terjadi dorong mendorong antar supporter, saling mengumpat beberapa pantia kewalahan meredamkan konflik antara kakak dan adik karena tidak ada yang mau mengalah semuanya merasa benar dari angkatan 2014 sangat merasa bahwa mereka benar dan merasa berkuasa karena mereka tertua pada kegiatan ini sedangkan angkatan 2016 berusaha membela diri sendiri, karena mereka menganggap juga bahwa mereka benar. “Saya berusaha melerai, tetapi malah saya kena pelampiasan sikutan dari salah satu supporter”, ungkap miqdad salah satu panitia.
Akhirnya supporter dari 2014 sebagai kakak mencoba mengalah dan memahami keputusan wasit bahwa poin yang didapatkan adalah untuk tim IKOR 2016, pertandingan pada babak ini dimenangkan oleh IKOR 2016, dan para pendukung angkatan 2014 bersikap sportif menerima kekalahan yang didapatkan timnya, tidak memprovokasi lagi seperti pada saat pertandingan berlangsung dan tim dari IKOR 2014 tidak dapat melanjutkan pertandingan pada babak selanjutnya, karena sistem pertandingan yang digunakkan adalah knock out atau biasa disebut sistem gugur. Sampai kepada pertandingan final putra cabang olahraga bola voli diperebutkan antara tim IKOR 2014 A dan IKOR 2015 B, jalannya pertandingan yang sangat menegangkan akhirnya tiupan peluit wasit berbunyi menandakan telah berqkhirnya sebuah pertandingan dan tim putra yang menjadi juara pertama adalah IKOR 2014 A dan juara keduanya adalah IKOR 2015 B. pada pertandingan final putri cabang olahraga bola voli diperebutkan antara IKOR 2015 dengan IKOR 2014, dan hasil akhir dari pertandingan ini, lagi-lagi dan lagi dimenangkan oleh IKOR 2014, kalimat yang tua yang mengalah tidak berlaku pada kesempatan kali ini bahwa yang tua tidak mau kalah.
Setelah selesai pertandingan bola voli dilanjutkan pertandingan futsal dilapangan yang sama, hanya diikuti oleh tim putra, dan dari masing-masing angkatan mengirimkan 2 tim futsal. Pertandingan berlangsung dengan sportif tidak terjadi adu mulut, ataupun provokasi, seluruh mahasiswa telah menyadari bahwa tindakan seperti provokasi tidak mencerminkan nilai-nilai yang terdapat dalam olahraga. Pertandingan final futsal untuk pertama kalinya tim angkatan 2014 tidak lolos ke final, tetapi yang masuk ke babak final adalah tim dari angkatan 2017 A dan angkatan 2016 B, seperti pertandingan final cabang yang lainnya terjadi ketegangan antara kedua tim, sama-sama kuat, dan sama-sama ingin menjadi juara pertama, banyak pemain yang bertabrakan satu dengan yang lainnya untuk memperebutkan si bundar dan pada tiupan peluit panjang oleh wasit yang menandakan telah berakhirnya pertandingan, dan pertandingan final ini dimenangkan oleh IKOR 2017 A dan tim dari IKOR B harus mengakui kehebatan dan kemenangan dari IKOR 2017 A.
            Pekan olaharaga antar semester jurusan Ilmu Keolahrgaan berlanjut pada hari kedua yaitu sabtu, 5 Mei 2017 bertempatan di Laboratorium Prof. Soegijono yaitu pertandingan bolabasket putra dan putri dari setiap angkatan diwajibkan mengirimkan 2 tim putra dan 1 tim putri. Pada hari kedua jumlah pendukung dari masing-masing angkatan berkurang karena pada hari libur yang kebanyakan memilih untuk melepas rindu dengan kedua orang tua dirumah, terlepas dari sedikitnya pendukung tetapi masih ada beberapa segerombol orang yang selalu setia mendukung tim nya dalam melaksanakan pertandingan. Pertandingan bola basket dimulai dari pagi hingga malam hari,yang dipandu oleh dua orang wasit yang bernama Geral Agatha dan Meda Kresna Audyza.
Pada saat pertandingan berlangsung terjadi sebuah kejadian dimana seorang pemain dari tim IKOR 2017 dicederai oleh lawannya yaitu pemain dari angkatan 2016 korban sampai terjatuh dan selama beberapa menit tidak bisa menggerakan kakinya, seketika itu para medis yang sedang melamun dipinggir lapangan dikagetkan oleh teriakan-teriakan memanggil petugas medis dan kemudian kedua petugas medis segera berlari menuju korban yang masih tergeletak lemah di tengah lapangan, kedua petugas medis segera melakukkan pertolongan pertama untuk tindakan cedera, setelah dirasa baik kemudian korban di angkat menggunakan tandu untuk dibawa ke pinggir lapangan, dan dilakukkan perawatan yang lebih, diagnosa awal terjadi dislokasi dibagian lutut, dan harus ditangani oleh ahli di bidang pertulangan dan kedua petugas medis menyatakan tidak sanggup untuk memberikan pertolongan pada akhirnya salah satu panitia bergegas mencari masseur untuk mereposisi lutut yang cedera dan pada saat itu tidak ada masseur yang dapat membantu karena masih ada agenda sendiri yang sedang dikerjakan dan tidak bisa di tinggalkan.
 Menurut pengakuan korban cedera, “Ini pertama kali saya cedera dibagian lutut, jadi terasa kaget dan sakit” setelah dirawat oleh petugas medis dengan tindakan seadanya, keadaan korban lebih membaik walaupun tanpa perawatan masseur tetapi tidak dapat melanjutkan pertandingan karena dikhawatirkan dapat menyebabkan cedera yang lebih parah lagi. Setelah masa perawatan korban selesai, pertandingan tetap dilanjutkan dan pada pertandingan Pertandingan terus berlanjut seluruh panitia dengan semangat kerjanya masih tetap menjalankan tugasnya dengan maksimal.
Pertandingan dilanjutkan dan tidak ada pemain yang mengalami cidera, walaupun body contact masih sering dilakukkan antar pemain, seluruh pemain dan supporter bersikap sportif , “walaupun tim yang saya dukung sudah kalah, tetapi bagi saya, saya harus menyaksikan kegiatan poraster ini sampai dengan selesai”, ungkap salah satu supporter berwajah kearab-araban. Sampai pada pertandingan final putri bola basket, terlihat pemain dengan segala sisa tenaga mereka saling memperebutkan bola kemudian menggiring bola sampai berada dibawah ring pada saat mrnrmbak tidak masuk dan mereka tidak menyerah berusaha mengambil dan merebutnya lagi dan mencoba menembaknya lagi kedalam ring dan terjadilah poin untuk tim IKOR 2014 sehingga poin sama yaitu 4-4 antara IKOR 2014 putri melawan IKOR 2016 putra. Quarter empat final putri semakin membuat para pemain habis-habisan untuk membela timnya untuk menjadi juara satu pada cabang olahraga bola basket. Pada detik terakhir pemain nomor punggung 11 dari tim IKOR 2014 putri berhasil menambah angka sehingga dapat diketahui hasilnya yang menjadi juara pertama bola basket putri adalah IKOR 2014.
Pada pertandingan final putra cabang olahraga bolabasket diperebutkan antara tim IKOR 2016 B melawan IKOR 2017 A, babak final kali ini terlihat jauh antara IKOR 2016 B dengan IKOR 2017 A, tim dari IKOR 2016 B memiliki komposisi pemain yang mumpuni pada setiap posisinya sehingga semua saling melengkapi ketimbang dari tim IKOR 2017 A hanya 3 orang yang menguasai dan memahami betul permainan bola basket, dari sini sudah terlihat siapa yang akan menjadi juara pertama cabang olahraga bola basket yaitu IKOR 2016 B dan juara kedua dimenangkan oleh IKOR 2017 A.
Setelah pertandingan bolabasket selesai dilakukannya upacara penutupan yang wajib dihadiri oleh seluruh juara agar dapat mengambil hadiah dan piala. “Saya sangat bangga kepada seluruh juara yang sudah berusaha keras dan bersikap sportif  walaupun kemarin sempat terjadi hal diluar dugaan tidak apa-apa, jadikan semua itu sebagai pembelajaran karena manusia adalah tempatnya salah dan kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa”, ungkap ketua panitia pelaksana. Wajah-wajah juara terlihat sumringah menerima piala yang diberikan, ada juga pemain yang melakukan sujud syukur atas kemenangannya dengan penuh perjuangan yang berliku-liku. Setelah kegiatan pekan olahraga antar semester 2018 jurusan IKOR secara resmi telah ditutup, pembawa acara memberikan pengumuman penting kepada seluruh peserta, bahwa pada ppekan olahraga antar semester ditahub ini terdapat tambahan juara yaitu juara umum, kemudian pembawa acara menyampaikan bahwa IKOR angkatan 2014 dinobatkan sebagai juara umum karena paling banyak mendapatkan juara pertama yaitu pada beberapa cabang olahraga diantaranya adalah gobag sodor, bola voli putra, basket putri, dan bola voli putra.
Kegiatan pekan olahraga antar semester berangsung dengan lancar selama dua hari, meskipun banyak kendala yang dilewati oleh panitia pelaksana tetapi telah dibayar dengan suksesnya seluruh pertandingan dan seluruh jalannya acara. “saya sangat lega, karena saya bisa menyelesaikan tanggug jawab saya terhadap kegiatan pekan olahraga antar semester ini, karena sebelumnya saya belum pernah menjadi ketua dan mengadakan kegiatan seperti ini”, tambah ketua panitia pelaksana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar