Semarang – Jalur terakhir penerimaan
mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yaitu Ujian Mandiri (UM) sedang di perebutkan calon mahasiswa yang
ingin mendapatkan satu kursi di PTN favoritnya. Sangat besar harapan mereka
agar dapat menuntut ilmu di PTN favoritnya karena ini ada;lah jalur terakhir
bagi mereka maka harus berjuang ekstra keras agar dapat mendapatkan satu kursi untuknya.
Karena selain tes tertulis semua pesserta juga harus mempersiapkan diri dari
segi financial mereka, dalam Ujian Mandiri ini semua peserta yang lolos tes
tertulis akan dipatok SPI yang jumlahnya tidak sedikit. Jika mereka gagal
memenuhi syarat financial maka mereka akan dianggap gagal untuk mendapatkan
kursi tersebut.
Unnes sebagai salah satu perguruan
tinggi favorit juga mungkin akan kebanjiran calon mahasiswa peminat melalui
jalur UM 2018, namun mereka juga harus mempersiapkan syarat financial yang
cukup karena Unnes mematok SPI cukup tinggi bagi mereka yang ingin mendapatkan
kursi di Unnes. Dari data rekap SPI Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes
mematok SPI golongan I sebesar Rp.20.000.000 dan golongan II sebesar
Rp.36.000.000 yang harus dipenuhi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan kursi
di FIK Unnes. Selain itu mereka juga akan mendapatkan UKT minimal kategori III
yaitu min. sebesar Rp.3.300.000 yang harus dipenuhi.
Hal ini mungkin akan terlihat sangat
berat bagi calon peserta yang kurang mampu, melihat besarnya syarat financial
dan UKT yang dipatok Unnes mereka mungkin merasa keberatan. Sebagai calon
mahasiswa mereka dan orang tua nya yang kurang mampu mungkin akan berfikir
berkali-kali jika ingin mendaftar di Unnes
melalui jalur UM. Karena melihat besaran SPI yang sudah dipatok Unnes
khususnya di FIK, selain itu juga belum termasuk biaya hidup dan juga
lain-lainnya itu terlihat cukup besar dan berat bagi mereka yang kurang mampu
namun memiliki kemampuan dan keinginan yang
besar untuk berkuliah di Unnes.
Hal ini juga tidak sesuai dengan
pendapat Rektor Unnes Prof. Fathur
Rokhman ,M.Hum , “ jangan ada mahasiswa tidak kuliah dengan alasan tidak mampu
membayar/miskin , justru orang miskin harus kuliah” . Pendapat tersebut seakan
tidak sesuai dengan realita yang beredar sekarang, dalam seleksi terakhir
mandiri calon mahasiswa malah diberatkan dengan SPI yang cukup tinggi. Hal ini juga membuat pertanyaan, bagaimana
orang miskin harus kuliah sedangkan biaya perkuliahan sekarang semakin
melambung tinggi? Hal ini sangat tidaksesuai dengan apa yang dikatakannya.
Jika kita lihat semakin lama biaya
kuliah memang semakin tinggi di Unnes, namun idak diikuti dengan semakin
baiknya fasilitas yang dimiliki khususnya di FIK Unnes. Kita bias lihat FIK
sendiri memiliki ruang kelas yang belum ber AC seperti fakultas lain, dan juga sarana
prasarana olahraga nya juga masih minim dan kurang lengkap. Tetapi semakin
kesini biaya kuliahnya semakin tinggi, semoga kita harapkan agar Unnes segera
berbenah dan menyetarakan antara biaya dan fasilitas yang ada di kampus dan
juga ada keringanan bagi mahasiwa yang lolos UM namun dia tidak mampu/miskin.
Dan harapan calon mahasiswa yang kurang mampu untuk berkuliah di Unnnes dapat
terwujud, karena di luar sana banyak atlit-atlit potensial yang ingin masuk ke
Unnes khususnya FIK namun mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu atau
miskin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar