Rabu, 23 Mei 2018

SPI Tinggi Dipatok UNNES Untuk Jalur Ujian Mandiri



            Semarang – Jalur terakhir penerimaan mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yaitu Ujian Mandiri (UM)  sedang di perebutkan calon mahasiswa yang ingin mendapatkan satu kursi di PTN favoritnya. Sangat besar harapan mereka agar dapat menuntut ilmu di PTN favoritnya karena ini ada;lah jalur terakhir bagi mereka maka harus berjuang ekstra keras agar dapat mendapatkan satu kursi untuknya. Karena selain tes tertulis semua pesserta juga harus mempersiapkan diri dari segi financial mereka, dalam Ujian Mandiri ini semua peserta yang lolos tes tertulis akan dipatok SPI yang jumlahnya tidak sedikit. Jika mereka gagal memenuhi syarat financial maka mereka akan dianggap gagal untuk mendapatkan kursi tersebut.
            Unnes sebagai salah satu perguruan tinggi favorit juga mungkin akan kebanjiran calon mahasiswa peminat melalui jalur UM 2018, namun mereka juga harus mempersiapkan syarat financial yang cukup karena Unnes mematok SPI cukup tinggi bagi mereka yang ingin mendapatkan kursi di Unnes. Dari data rekap SPI Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes mematok SPI golongan I sebesar Rp.20.000.000 dan golongan II sebesar Rp.36.000.000 yang harus dipenuhi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan kursi di FIK Unnes. Selain itu mereka juga akan mendapatkan UKT minimal kategori III yaitu min. sebesar Rp.3.300.000 yang harus dipenuhi.
            Hal ini mungkin akan terlihat sangat berat bagi calon peserta yang kurang mampu, melihat besarnya syarat financial dan UKT yang dipatok Unnes mereka mungkin merasa keberatan. Sebagai calon mahasiswa mereka dan orang tua nya yang kurang mampu mungkin akan berfikir berkali-kali jika ingin mendaftar di Unnes  melalui jalur UM. Karena melihat besaran SPI yang sudah dipatok Unnes khususnya di FIK, selain itu juga belum termasuk biaya hidup dan juga lain-lainnya itu terlihat cukup besar dan berat bagi mereka yang kurang mampu namun memiliki kemampuan dan keinginan yang  besar untuk berkuliah di Unnes.
            Hal ini juga tidak sesuai dengan pendapat Rektor Unnes  Prof. Fathur Rokhman ,M.Hum , “ jangan ada mahasiswa tidak kuliah dengan alasan tidak mampu membayar/miskin , justru orang miskin harus kuliah” . Pendapat tersebut seakan tidak sesuai dengan realita yang beredar sekarang, dalam seleksi terakhir mandiri calon mahasiswa malah diberatkan dengan SPI yang cukup tinggi.  Hal ini juga membuat pertanyaan, bagaimana orang miskin harus kuliah sedangkan biaya perkuliahan sekarang semakin melambung tinggi? Hal ini sangat tidaksesuai dengan apa yang dikatakannya.
            Jika kita lihat semakin lama biaya kuliah memang semakin tinggi di Unnes, namun idak diikuti dengan semakin baiknya fasilitas yang dimiliki khususnya di FIK Unnes. Kita bias lihat FIK sendiri memiliki ruang kelas yang belum ber AC seperti fakultas lain, dan juga sarana prasarana olahraga nya juga masih minim dan kurang lengkap. Tetapi semakin kesini biaya kuliahnya semakin tinggi, semoga kita harapkan agar Unnes segera berbenah dan menyetarakan antara biaya dan fasilitas yang ada di kampus dan juga ada keringanan bagi mahasiwa yang lolos UM namun dia tidak mampu/miskin. Dan harapan calon mahasiswa yang kurang mampu untuk berkuliah di Unnnes dapat terwujud, karena di luar sana banyak atlit-atlit potensial yang ingin masuk ke Unnes khususnya FIK namun mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu atau miskin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar