PSIS Juru Kunci Pekan 10 Liga 1
Palembang
– Hasil buruk kembali di raih PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 di pekan
ke-10 dalam lawatannya ke Palembang, yang menjadikan mereka juru kunci klasemen
sementara. Bermain melawan Sriwijaya FC Palembang pada hari selasa (5/22) Laskar Mahesa Jenar
di paksa tunduk dengan skor 4-0 oleh tuan rumah Laskar Wong Kito.
Petaka-petaka
tim kebanggaan Kota Semarang ini datang pada babak kedua pertandingan, diawali oleh
kapten tim Sriwijaya Hamka Hamzah menit ke-50 lalu kompatriotnya di lini
belakang Mahamadou Ndiaye yang mencetak 2 gol menit ke-56 dan 68. Dan satu gol
tim kebanggaan masyarakat Palembang di cetak oleh Beto Goncalvez menit ke-63. Hasil
tersebut membuat PSIS menjadi juru kunci klasemen dengan poin 8 hasil dari 2
kali kemenangan , 2 kali seri, dan 6 kali kekalahan. Berada di juru kunci
klasemen Laskar Mahesa Jenar terancam degradasi bersama dua tim lainnya yang
berada di zona degradasi klasemen yaitu Borneo FC dan Arema FC yang sama
memiliki poin 9.
“Ayo bangkit PSIS Semarang!! Benahi atau degradasi!!,”
ungkap faisal supporter PSIS mengomentari posisi tim kebanggaannya di juru
kunci klasemen sementara. Kekecewaan juga terlihat dari supporter-suporter
Semarang lainnya terhadap keadaan dan posisi Laskar Mahesa Jenar di klasemen,
terlihat di official akun Instagram @psisofficial banyak sekali komentar
kekecewaan dari suporter fanatik mereka.
Gagal Bangkit Di Palembang
Palembang – Skuad PSIS Semarang
gagal bangkit dalam pertandingan pekan ke-10 melawan tuan rumah Sriwijaya FC
selasa (5/22) di stadion Jakabaring Palembang dengan hasil mengecewakan.
Anak-anak asuhan Vicenzo Annese ini harus takluk dengan skor 4-0 di tangan tuan
rumah Laskar Wongkito. Dalam pertandingan yang berlangsung malam hari pukul
20.30 wib ini sebenarnya kedua tim menampilkan susunan pemain terbaik yang mereka
miliki.
PSIS yang mengusung misi untuk
bangkit langsung menggebrak tuan rumah di menit awal namun sayang masih belom membuahkan
hasil. Setelah tersengat tim tuan rumah mulai keluar menyerang, mereka
mengandalkan pemain depan mereka Esteban Vizcara, Adam Alis, dan Beto Goncalvez
untuk menyerang. Namun beberapa kali peluang dari Sriwijaya FC masih dapat di
bending barisan belakang tim tamu yang
di komando oleh Petar Planic dan Haudi Abdilah. Di menit-menit awal kedua tim
bermain dalam termpo yang cukup lambat dan sangat berhati-hati yang membuat
pertandingan terlihat membosankan. Dan hingga turun minum skor 0-0 tetap
bertahan untuk kedua tim.
Di babak kedua tim asuhan Rahmad Darmawan
langsung tancap gas, mereka mulai bermain terbuka dan mempercepat tempo
permainan mereka. Di sisi lain Laskar Mahesa Jenar mulai kewalahan meladeni
serangan-serangan cepat dari tuan rumah yang mengeksploitasi pertahanan mereka.
Beberapa peluang langsung didapat Beto striker andalan SFC ini namun sayang
masih belom menjebol gawang PSIS. Alhasil pada menit ke-50 melalui set piece
sepak pojok kapten tim Hamka Hamzah mampu menceploskan bola melalui kepalanya.
Menerima umpan dari Konate, ia berhasil memanfaatkan kelengahan barisan
belakang tim tamu yang mulai kehilangan konsentrasi.
Kelengahan barisan pertahanan tim
kebanggaan masyarakat Semarang ini benar-benar sudah di pahami oleh Sriwijaya
yang kembali mencetak gol melalui Mahamadou Ndiaye. Gol yang tercipta menit
ke-55 ini lagi-lagi melalui skema sepak pojok yang di aktori oleh Konate yang
mengirim umpan ke Ndiaye yang menanduk bola masuk ke gawang Semarang. Lascar Wongkito seolah paham betul
kelemahan tim tamu yaitu melalui bola atas yang di buktikan dengan dua gol
pemainnya melalui skema bola atas atau umpan silang.
Seolah tidak ingin ketinggalan Beto
striker andalan SFC menambah keunggulan menjadi 3-0. Memanfaatkan umpan
terobosan Vizcara, Beto lepas dari jebakan offside dan melepaskan tendangan ke
sudut kanan gawang PSIS pada menit ke-64. Ajibayu kiper Laskar Mahesa Jenar seolah dibuat tidak berdaya setelah tiga kali
harus memungut bola dari gawangnya.
Seolah tidak puas dengan skor
tersebut, Laskar Wongkito kembali melengkspi pesta gol mereka. Lagi-lagi Konate
menjadi aktor gol kedua Ndiaye pada pertandingan tersebut, kembali melalui
skema sepak pojok yang menjadi kelemahan PSIS ia menanduk bola ke gawang
setelah mendapat umpan dari Konate. Gol pada menit ke-70 benar-benar
membenamkan asa tim tamu untuk bangkit dan meraih hasil positif di Palembang.
Gol ini juga sebagai penutup pertandingan kedua tim yang berakhir dengan skor
4-0 untuk kemenangan Sriwijaya FC. Hal ini membuat Mahesa Jenar turun ke dasar
klasemen sementara Gojek Liga 1.
“ Sebenarnya PSIS mampu mengimbangi
tuan rumah di babak pertama dengan penampilan yang cukup baik. Namun kelengahan
di babak kedua masih belom bisa di hilangkan lagi-lagi mereka kecolongan di
paruh kedua. Jare meh bangkit Rang? Kok kalah terus opo arep otw Liga 2
maneh?,” ungkap Faisal dengan raut kecewa melihat tim kebanggannya kembali menelan
kekalahan melalui layar kaca TVnya.
KKL Sambil Nobar Persija
Singapore – Rombongan KKL kelas bilingual jurusan PJKR
UNNES tiba di Changi International Airport Singapore senin 23 April 2018 pukul 19.00 waktu setempat diiringi
mendungnya awan di Singapore. Mereka akan menjalankan program KKL selama 5 hari
4 malam disana, setibanya di bandara mahasiswa dibuat tercengang dengan
kemegahan bandara Changi Singapore yang di setiap sudut lantainya di hiasi
karpet tebal yang memberikan kesan mewah dan eksklusif bagi pengunjungnya. Selain itu fasilitas
pendukung disana juga sangat luar biasa mewahnya, seperti adanya escalator
flat juga MRT dan bus sebagai sarana
transportasi pendukung bandara yang membuat perbedaan mencolok antara disana
dan di Semarang.
Dari bandara kita menuju
penginapan Gusti bed & breakfast menumpangi salah satu transportasi
tercanggih di Singapore yaitu MRT.” Kerata ini di lakukan melalui system jadi
tanpa kondektur yang harus mengendalikannya, semua berjalan sesuai system dan
mesin yang canggih” ungkap syifa mahasiswa bilingual class. MRT ini dapat
membawa kita kemanapun anda ingin berwisata di Singapore, karena disana lengkap
sekali rute tujuan MRT disemua daerah da nada stasiun setiap daerahnya.
Sesampainya di
penginapan kita disambut dengan puluhan anak tangga yang harus kita lewati
untuk mencapai lobi dan kamarnya karena tidak ada lift atau escalator disana.
Hotel anak tangga saya teman-teman sering menyebutnya, “ penginapan sampe
lantai atas kok gaada liftnya mung undak-undakan tok wkkwkwk” kata abas si
mungil asli Kudus. Sementara itu kamar
kita dibagi menjadi 3 kamar, 2 kamar di lt.2 dan 1 kamar di lt.3 yang cukup
membuat kita bercucuran keringat jika akan kembali ke kamar dengan menaiki
puluhan anak tangga yang membentang dari lt.bawah ke atas. Dan saya pun
mendapat jatah kamar di lt.3 yang berisi 9 orang di dalamnya dengan fasilitas
yang unik dan minimalis kekinian sekali yaitu ruang tamu untuk santai, dapur
bersama, 2 kamar mandi, dan tentunya tempat tidur tingkat yang cukup unik. Keesokan
hari yang cerah rombongan berkunjung ke ITE East College untuk melakukan kuliah
dan juga mempererat kerjasama antara UNNES dan ITE di bidang akademik.
Kedatngan kita di ITE disambut oleh megahnya gedung kampus di ITE yang
mencengangkan mata para mahasiswa UNNES yang berkunjung kesana. Mulai dari
fasilitas dan bangunnya yang saya bias menganggapnya ini Mall Paragon yang ada
di Semarang. Dilengkapi escalator dan juga media media pembelajaran elektronik
modern di jaman sekarang, selain itu disana sangat bersih dan rapi sekali
lingkungannnya hingga membuat mata kita selalu tercengang melihat keadaan
kampus disana dan tidak ingin melewatkan momen saat berada disana.
Ditemani
guyuran hujan yang turun cukup deras namun tidak mengganggu program perkuliahan
yang sudah dijadwalkan karena kita berada di dalam kelas dan praktek didalam
hall indoor. Keindahan dan kecanggihan fasilitas ITE semakin terlihat saat kita
masuk di hall indoor mereka yang terdapat proyektor disetiap sudut hall indoor
mereka untuk proses pembelajaran. “ Kita seperti berada di jaman modern koyok
video ning youtube fasilitase gakono sik elek amazinggggggg” Ungkap Syifa
sambil terpana melihat semua fasilitas yang ada disana.
Gemuruh
suara siswa terdengar ramai sekali ketika rombongan mulai beranjak ke fasilitas
olahraga disana, ternyata disana semua siswa sedang antusias mengikuti
pembelajaran mulai dilapngan atletik,basket,futsal,sepakbola, dan di kolam
renang. Namun tidak berjalan lama gemuruh air hujan yang bergantian terdengar
karena hujan kembali mengguyur Singapore khususnya di kampus ITE. Setelah itu
kita beranjak ke perpustakaan yang berisi ribuan buku disana dengan berbagai fasilitas modern
yang bias aku sebut seperti toko buku kekinian yang menyediakan tempat baca
yang sangat nyaman dengan desain interior seperti mall-mall modern yang ada di
Indonesia yang menambah kita terpana melihat fasilitas disana.
“Rapi,
bersih, indah, dan modern sekali perpustakaan yang dimiliki oleh ITE, saya
sempat berimajinasi jika UNNES dapat membangun fasilitas yang sama seperti di
ITE College East. Betapa bangga dan senangnya saya berada di kampus dengan
fasilitas modern dan dapat digunakan untuk menunjang prestasi mahasiswanya”
tambah Syifa . Tidak berhenti disitu kami melanjutkan visit ke ruang gym yang
berisi peralatan fitness atau gym yang bervariasi dan modern, disana kita
diberi kesempatan untuk mencoba fasilitas peralatan yang ada.
Seiring
berakhirnya waktu mencoba dari tempat gym selanjutnya mahasiswa bilingual
dibagi menjadi 3 kelomppok untuk mengikuti kelas perkuliahan siswa ITE College.
Didalam kelokmpok syifa masuk di kelas
pendidikan luar kelas yang cukup seru di kelas tersebut kita di ajak bermain
permainan trolley yang mirip dengan bakiyak di Indonesia, ada juga pos
penyelamatan untuk korban bencana mengevakuasi korban, dan pos terakhir kita
harus bisa mendirikan tenda camping. Disitu kita di lombakan antar kelompok
dalam kelas nya kelompok yang paling cepat menyelesaikan tugasnya akan menjadi
pemenangnya. Kelompokku menjadi yang paling buruk bisa di bilang karena menjadi
peringkat terbuncit dalam games tersebut.
Dan
ketika peluit berakhirnya games di bunyikan dosen maka kita berkumpul kembali
untuk mengakhiri kelas tersebut, tidak lupa agar tetap eksis di dunia maya kita
juga menyempatkan waktu untuk berfoto bersama siswa dan juga dosen mata kuliah
tersebut. Setelah selesai seluruh
perkuliahan kita di berikan sertifikat oleh ITE College yang di wakili oleh
Mr.Raymond Ong dan diberikan kepada seluruh mahasiswa bilingual class PJKR
UNNES sebagai tanda sah berakhirnya kunjungan kuliah di ITE East College.
Cuaca
yang sangat cerah mengiringi perjalanan pulang kita menuju penginapan di balik
jendela MRT yang akan menuju ke stasiun lavender dimana tempat kita akan
mengakhiri perjalanan. Setibanya di lavender rombongan berjalan menuju hotel
yang tidak jauh dari stasiun, saat di jalan kita di kagetkan dengan banyaknya
The Jak mania yaitu julukan supporter fanatik klub Persija Jakarta yang
ternyata akan mendukung langsung persija yang bermain melawan tim Tampines
Rovers dari Singapore. “Ayooo ikut
nonton support persija bareng di stadion Jalan Besar depan jalan sana “, ajak
salah seorang The Jak dengan atribut oranye yang digunakannya sebagai ciri khas
Persija.
Akhirnya
setelah mandi di penginapan sebagian
rombongan kami bersama-sama nobar atau nonton bareng Persija di stadion Jalan
Besar yang berada di belakang komplek penginapan kita, sesampainya disana kita
menonton di tribun timur bersama ratusan The Jak mania yang sudah mengoranyekan
tribun stadion. Antusias luar biasa sekali dan atmosfer yang sangat bagus untuk
Persija karena mereka di dukung langsung oleh ratusan The Jak mania yang selalu
bergemuruh dan bernyanyi mendukung dari tribun timur stadion, sebaliknya tim
Tampines Rovers hanya mendapat dukungan dari puluhan orang pendukungnya saja
membuat pertandingan ini rasa pertandingan home bagi Macan Kemayoran julukan
tim Persija.
Langit senja Singapore
mengiringi kick off babak pertama pertandingan tersebut yang di mulai bola dari
tim Persija yang langsung menggebrak dan menguasai pertandingan, beberapa kali
serangan-serangan Macan Kemayoran melalui striker haus gol mereka Marko Simic
mengancam gawang Tampines di awal-awal pertandingan. Seiring suara gemuruh
nyanyian dan dukungan The Jak yang semakin mengguncang stadion membuat para
pemain persija bersemangat, alhasil Rezaldi Hehanusa yang memanfaatkan kemelut
di depan gawang Tampines pada menit ke-23 berhasil merobek jala tuan rumah yang
di sambut gemuruh sorak-sorai The Jak Mania yang meneriakan namanya skor
sementara 0-1 untuk Persija. Hal itu membuat pemain Tampines tersentak mereka
mulai menguasai pertandingan dengan menenror perthanan Macan Kemayoran , “
pertandingan akan tambah rame karena tensi mulai memanas bung”, ujar Syifa yang
sangat antusias sekali.
Tidak
perlu membutuhkan banyak waktu akhirnya Tampines mampu mensejajarkan keadaan
dengan gol yang mengagetkan Persija dicetak oleh Jordan Webb melalui sundulan
mautnya yang masuk mulus ke sudut gawang Macan Kemayoran skor menjadi 1-1.
Jaimerson centre back andalan Persiija harus di gantikan oleh Gunawan yang
mendapatkan cedera yang dating secara tiba-tiba dan mengagetkan The Jak Mania.
Namun jual beli serangan masih tersaji di pertandingan tersebut, Tampines yang
mental pemainnya mulai naik semakin getol mengancam pertahanan Persija. Dan
Macan Kemayoran juga tidak mau kalah dengan baklas dendam melakukan counter
attack. Dewi fortuna tampaknya lebih
berpihak ke tim kebanggaan warga Jakarta, di penghujung babak pertama Simic
berhasil menceploskan bola ke gawang Tampines pada menit ke-45+1 yang mengubah
skor menjadi 1-2. Skor tersebut menutup babak pertama pertandingan tersebut, “
jos mainne rame saling nyerang tapi Persija lebih dominan di babak pertama
lebih greget mainne “, komentar Syifa tentang pertandingan babak pertama.
Masih
dengan penuh semangat suara dukungan The Jak mengiringi kick off babak kedua
yang diawali oleh Tampines Rovers dan mengambil alih serangan dahulu. Asik
menyerang Tampines justru kecolongan pada menit ke-51 melalui counter attack
cepat Riko Simanjuntak yang membombardir pertahanan Tampines dan berhasil
mengirim umpan matang dan di manfaatkan Novri Setiawan dengan mudah. Gol
tersebut semakin memperberat tuan rumah untuk mengejar ketertinggalannya,
sedangkan tim tamu semakin percaya diri dan tenang dalam melanjutkan
pertandingan. Melihat puas dengan hasil tersebut menit ke-64 pelatih Persija
mengganti striker andalan mereka Merko Simic dengan Addison Alves. “ Simic
terlihat kecewa karena di ganti, dia tadi sempat melempar botol ke bench dan
pergi ke dalam meninggalkan bench pemain”, menurut syifa yang melihat kejadian
itu.
Belom
ada perubahan yang signifikan dari Tampines mereka masih menyerang 7 hari 7
malam pertahanan tim tamu namun juga belum berbuah hasil. Beberapa kali
serangan mereka dengan mudah dikandaskan tanpa kompromi oleh barisan benteng
pertahanan tim kebanggan kota Jakarta. Namun sekali lagi mereka harus
kecolongan melalui counter attack yang menjadi taring Macan Kemayoran untuk
mencetak gol ke-empat pada menit ke-72
melalui pemain pengganti super sub Addison Alves melalui solo run yang
meluluh lantahkan pertahanan Tampines dan menceploskan bola dengan tendangan
keras ke pojok gawang Hasnol.
Setelah
gol tersebut tuan rumah melakukan perubahan menggantikan Mustafic dengan
memasukan Fazrul Nawwas untuk menambah serangan Tampines. Dan benar sekali pada
menit ke-80 pemain yang baru masuk Fazrul dapat menyarangkan bola ke gawang
Persija melalui sundulannya yang berbelok arah karena membentur pemain belakang
Gunawan Dwi Cahyo. Gol tersebut sempat menaikan mental pemain Tampines untuk
membongkar pertahanan Macan Kemayoran, namun hingga peluit akhir pertandingan
ditiupkan wasit skor tetap 2-4 untuk kemenangan Persija Jakarta dan di pastikan
lolos ke babak knock out AFC CUP 2018. “
Persija sangat berbahaya dalam melakukan serangan balik, mereka punya Riko,Novri, dan Simic yang
menjadi andalan sebagai trisula maut dan terlihat mereka lebih ngotot untuk
menang di bandingkan Tmpines Rovers”, komentar syifa tentang pertandingan
tersebut.
Menurut
Syifa ini adalah salah satu momen langka yang bias kita dapatkan KKL dan bisa
menonton langsung pertandingan tim dari Indonesia melawan tim Singapore di
Singapore. Karena tidak semua Bilingual Class mendapatkan momen yang tidak
terlupakan sepanjang hidupnya ini. Ini akan menjadi pengalaman yang menarik
untuknya dan tidak akan pernah ia
lupakan sepanjang hidupnya. Karena kesempatan itu kita bisa melihat bagaimana
kurangnya antusias pendukung di Singapore dan sangat berbeda dengan apa yang
terjadi di Indonesia dengan fanatisme yang luar biasa dari suporternya.
SPI Tinggi Dipatok UNNES Untuk Jalur Ujian Mandiri
Semarang
– Jalur terakhir penerimaan mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yaitu Ujian
Mandiri (UM) sedang di perebutkan calon
mahasiswa yang ingin mendapatkan satu kursi di PTN favoritnya. Sangat besar
harapan mereka agar dapat menuntut ilmu di PTN favoritnya karena ini ada;lah
jalur terakhir bagi mereka maka harus berjuang ekstra keras agar dapat
mendapatkan satu kursi untuknya. Karena selain tes tertulis semua pesserta juga
harus mempersiapkan diri dari segi financial mereka, dalam Ujian Mandiri ini
semua peserta yang lolos tes tertulis akan dipatok SPI yang jumlahnya tidak
sedikit. Jika mereka gagal memenuhi syarat financial maka mereka akan dianggap
gagal untuk mendapatkan kursi tersebut.
Unnes
sebagai salah satu perguruan tinggi favorit juga mungkin akan kebanjiran calon
mahasiswa peminat melalui jalur UM 2018, namun mereka juga harus mempersiapkan
syarat financial yang cukup karena Unnes mematok SPI cukup tinggi bagi mereka
yang ingin mendapatkan kursi di Unnes. Dari data rekap SPI Fakultas Ilmu
Keolahragaan (FIK) Unnes mematok SPI golongan I sebesar Rp.20.000.000 dan
golongan II sebesar Rp.36.000.000 yang harus dipenuhi calon mahasiswa yang
ingin mendapatkan kursi di FIK Unnes. Selain itu mereka juga akan mendapatkan
UKT minimal kategori III yaitu min. sebesar Rp.3.300.000 yang harus dipenuhi.
Hal
ini mungkin akan terlihat sangat berat bagi calon peserta yang kurang mampu,
melihat besarnya syarat financial dan UKT yang dipatok Unnes mereka mungkin
merasa keberatan. Sebagai calon mahasiswa mereka dan orang tua nya yang kurang
mampu mungkin akan berfikir berkali-kali jika ingin mendaftar di Unnes melalui jalur UM. Karena melihat besaran SPI
yang sudah dipatok Unnes khususnya di FIK, selain itu juga belum termasuk biaya
hidup dan juga lain-lainnya itu terlihat cukup besar dan berat bagi mereka yang
kurang mampu namun memiliki kemampuan dan keinginan yang besar untuk berkuliah di Unnes.
Hal
ini juga tidak sesuai dengan pendapat Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman ,M.Hum ,“ jangan ada
mahasiswa tidak kuliah dengan alasan tidak mampu membayar/miskin , justru orang
miskin harus kuliah.” Pendapat tersebut
seakan tidak sesuai dengan realita yang beredar sekarang, dalam seleksi terakhir
mandiri calon mahasiswa malah diberatkan dengan SPI yang cukup tinggi. Hal ini juga membuat pertanyaan, bagaimana
orang miskin harus kuliah sedangkan biaya perkuliahan sekarang semakin
melambung tinggi? Hal ini sangat tidaksesuai dengan apa yang dikatakannya.
Jika
kita lihat semakin lama biaya kuliah memang semakin tinggi di Unnes, namun idak
diikuti dengan semakin baiknya fasilitas yang dimiliki khususnya di FIK Unnes.
Kita bias lihat FIK sendiri memiliki ruang kelas yang belum ber AC seperti
fakultas lain, dan juga sarana prasarana olahraga nya juga masih minim dan
kurang lengkap. Tetapi semakin kesini biaya kuliahnya semakin tinggi, semoga
kita harapkan agar Unnes segera berbenah dan menyetarakan antara biaya dan
fasilitas yang ada di kampus dan juga ada keringanan bagi mahasiwa yang lolos
UM namun dia tidak mampu/miskin. Dan harapan calon mahasiswa yang kurang mampu
untuk berkuliah di Unnnes dapat terwujud, karena di luar sana banyak
atlit-atlit potensial yang ingin masuk ke Unnes khususnya FIK namun mereka
berasal dari keluarga yang tidak mampu atau miskin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar