Kamis, 24 Mei 2018

STRAIGHT,FEAUTURE,OPINI



 STRAIGHT NEWS


KHOLIK MENGHENTIKANLAJU KOREA DI PERTANDINGAN THOMAS CUP 2018



        Indionesia - Thomas dan Uber Cup adalah kejuaraan bulutangkis yang rutin di adakan setiap dua tahun sekali yang diikuti oleh berbagai macam negara se-Asia. Firman A Kholik pemain tunggal Indonesia yang biasa dipanggil Kholik memberikan kemenangan yang sangat berkesan untuk tim bulutangkis Indonesia. Dalam pertandingan penentuan kemenangan Indonesia melawan korea yang berlangsung di Jakarta, Indonesia berlangsung sangat sengit . kholik tampil sangat bagus dalam pertandingan melawan Ha Young Woong dengan hasil akhir 22-20,21-15,21-12 kemenangan untuk Indonesia . hasil ini mengakhiri korea untuk melanjutkan pertandingan ke babak selanjutnya dan membawa Indonesia menuju juara grup. “ kholik permainannya apik, tampil maksinya sekali, saya yakin walaupun Indonesia banyak permain baru, masih bisa bersaing dengan negara-negara lain” ujar Galih penonton setia bulutangkis.

OPINI

             BIAYA MENJADI KENDALA MAHASISWA UNNES UNTUK BERPRESTASI
 
Perguruan tinggi menjadi salah satu tempat untuk mencari ilmu atau bekal setelah siswa-siswi lulus dari SMA/SMK/MA, mereka berpandangan bahwa setelah lulus dari SMA/SMK/MA dan masuk ke perguruan tinggi akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bisa membekali mereka untuk mencari pekerjaan. UNNES menjadi salah satu universitas yang sangat banyak diminati, sehingga untuk memperebutkan satu bangku saja harus menyingkirkan puluhan,ratusan, bahkan ribuat siswa-siswi dari seluruh Indonesia.
Fakultas Ilmu Keolahragaan menjadi salah satu fakultas yang paling banyak diminati, rata-rata mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan adalah siswa-siswi yang mempunyai kemampuan atau kelebihan dibidang olahraga. Sehingga banyak dari mereka yang mendaftar melalui jalur prestasi, mereka berpandangan bahwa ketika mereka masuk Fakultas Ilmu Keolahragaan tetap bisa mengembangkan potensinya sesuai dengan olahraga yang diminati misalnya seperti bulutangkis, sepakbola, tenis lapangan, dan banyak lainnya. Benar Fakultas Ilmu Olahraga mefasilitasi hampir semua cabang olahraga, tetapi fasilitas tersebut tidak bisa digunakan secara maksimal karena kurangnya dalam pengelolaan sehingga mengakibatkan fasililtas tidak bisa digunakan dengan maksimal. Dampaknya banyak mahasiswa yang sebelumnya mempunyai prestasi dalam bidang olahraga tertentu harus mengurungkan niatnya untuk berprestasi lebih tinggi lagi, hal ini sangat disayangkan tentunya. Misalnya dalam cabang olahraga bulutangkis.
Di tahun 2018, mahasiswa yang memiliki kemampuan bermain bulutangkis diberikan kesempatan untuk mengikuti kejuaraan liga mahasiswa yang bertempatan di kota Solo. Tentunya segala persiapan harus dilakukan untuk mempersiapkan kejuaraan tersebut, tetapi banyak kendala yang dihadapi dalam persiapan tersebut contohnya untuk latihan. UNNES menyediakan tempat untuk latihan, tetapi fasilitas yang disediakan tidak memungkinkan untuk latihan sehingga harus menyewa tempat sendiri untuk berlatih, tidak hanya itu keperluan lainpun banyak sekali seperti shuttle cocks dll. UNNES memang menyediakan anggaran untuk setiap kegiatan yang dilakukan di setiap organisasi, tetapi anggaran tersebut tidak cukup banyak untuk mencukupi semua keperluan yang dibutuhkan. Ketika tim bulutangkis bertanding ke solo  tentunya memerlukan biaya yang sangat banyak untuk keperluan seperti hotel, konsumsi,dll. Akibatnya memaksa tim bulutangkis UNNES berusaha sendiri untuk melengkapi kekurangan-kekurangan tersebut.
Seharusnya UNNES lebih bisa melihat untuk kemajuan diluar akademik juga, banyak sekali sumbangan nama yang di peroleh dari non akademik. Dengan biaya yang sudah dikeluarkan mahasiswa untuk membayar uang bulanan yang hitungannya tidak murah, harusnya kegiatan mahasiswa harus bisa tercukupi semua baik akademi maupun nonakademik. Sehingga mahasiswa tidak lagi merasa kesulitan untuk mengikuti maupun mengadakan kegiatan.

FEAUTURE
PERJUANGAN UNNES MERAIH GELAR JUARA DALAM PERTANDINGAN BULUTANGKIS LIGA MAHASISWA



Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) resmi menjadi tuan rumah Liga Mahasiswa (LIMA) dalam perhelatan LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference - Subconference Surakarta 2018. Minggu (22/4) perhelatan antarmahasiswa di subregional Surakarta secara resmi dibuka. Sambutan dari Bapak Rohman Agus Pratomo, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNS selaku tuan rumah dan Bapak Andy Krisdasusila, ketua Umum PBSI Pengurus Provinsi Jawa Tengah menjadi penanda dimulainya perhelatan LIMA Badminton subregional Surakarta yang akan berjalan selama tujuh hari ke depan (22-28 April 2018). Lima tim putra dan tiga tim putri ikut ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung di Gedung Olahraga UNS, Surakarta ini. LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) - Surakarta Subconference 2018 telah usai. Terjadi pergeseran peraih gelar di semua nomor baik beregu maupun perseorangan dibandingkan dengan tahun lalu. Universitas Negeri Semarang yang tahun lalu harus berhenti melangkah di babak penyisihan regional , 2018 menjadi tahun sukses UNNES menjadi juara pertama untuk kategori beregu.
Para wakil subregion Surakarta ini patut berharap bisa berbicara lebih lanjut di LIMA Badminton Nationals yang akan dihelat di tempat yang sama, GOR Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada 1-8 Mei. ”Suatu kebanggan tersendiri bagi tim unnes, bisa memberikan kejutan dengan juara pada kompeteisi ini, sesuai dengan tujuan kami yaitu lolos regional dan bisa lanjut ke LIMA nasional. Kami sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang, mulai dari latian rutin dan lain sebagainya, alhamdulillah semua ini membawakan hasil yang sangat memuaskan bagi kami” ujar Rifki Firmansyah selaku menejer Universitas Negeri Semarang.
Liga Mahasiswa Nasional dimulai. Saat kompetisi hanya mengizinkan juara grup yang lolos ke semifinal, para peserta tahu persis pentingnya kemenangan untuk membuka peluang ke empat besar.
Di Pul D pada hari kedua, Rabu (2/5), Univ. Negeri Semarang (Unnes), meneruskan lesatan di conference. Juara CJYC-Surakarta di tempat yang sama (GOR UNS) pekan lalu ini menang telak atas UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Univ. Budi Luhur (UBL) dan Univ. Pendidikan Iindonesia (UPI) hadir di fase nasional bukan sebagai juara conference. Keduanya dapat menjadi tim kejutan, tapi sudah harus saling mengalahkan di Pul C. UBL memperbesar kans lolos. Di LIMA Badminton Nationals 2018 yang tengah bergulir, Universitas Trisakti (Usakti) dan Univ. Negeri Semarang (Unnes) meneruskan kemapanan permainan mereka di conference. Keduanya tergabung dalam satu grup. Pada akhirnya, mereka akan harus saling mengalahkan untuk dapat lolos ke semifinal. Penentuan itu akan dihelat pada Jumat (4/5). Pada Kamis, Usakti dan Unnes sama-sama menorehkan kemenangan telak kedua mereka, masing-masing atas UIN Malang dan UIN Bandung. Duel penentuan akan menegangkan. “ Semua ini diluar dugaan saya ataupun tim, semua ini jauh diluar dari taget. Setelah ini penentuan juara grup, kami hanya bisa memberikan yang terbaik dan berdoa pastinya, solanya usakti bukanlah tim yang mudah dikalahkan, jadi kami hanya berharap yang terbaik saja” ujar Rifki Firmansyah selaku menejer yang selalu mendampingi tim UNNES.
LIMA Badminton Nationals 2018 telah merampungkan fase grup. Di sesi terakhir pada Jumat (4/5), tim putra Universitas Trisakti (Usakti) dan Univ. Negeri Yogyakarta (UNY) melangkah ke semifinal.
Usakti lolos usai mengalahkan pesaing terberat di Pul D, Universitas Negeri Semarang. UNY menyingkirkan Univ. Budi Luhur (UBL) di Pul C. Di empat besar pada Sabtu (5/5), Usakti meladeni Univ. Brawijaya (UB). UNY, finalis tahun lalu, menghadapi Universitas Semarang (USM). Kehilangan satu partai sepanjang pergelaran, itu pun karena tunggal pertama mereka mengundurkan diri, menjadi bukti dominasi tim putra Universitas Trisakti (Usakti) di LIMA Badminton Nationals 2018. Dominasi dipertegas saat final.
Usakti menunjukkan keperkasaan dengan kemenangan 3-0 atas Universitas Semarang (USM) di laga puncak pada Minggu (6/5). USM bisa mempersulit, tapi Usakti memperlihatkan kekuatan mental.
Setelah Alvindo Saputra mengambil nomor tunggal, ganda Ario Bimo Gagat Raino/Wahyu Hariyansyah sempat kehilangan gim pertama. Saat rubber game, Ario Bimo/Wahyu menang 11-10.
Partai tripel juga mesti melewati rubber game. Titik balik penting Andre Suryo Prayogo/Indra Warisman/Kelvin Valentino terjadi di gim kedua. Tertinggal 17-20, trio Kampus Reformasi bisa menang 23-21. Pada gim ke tiga / gim penentuan yang masing-masing hanya merebutkan sebelas angka, akhirnya dimenanhgkan oleh usakti yang diwakili oleh Andre/Indra/Kelvin dengan perolehan angka 11-5.
Gelar merupakan lonjakan tinggi buat Usakti. Musim lalu, mereka gagal lolos dari fase grup. Putra Usakti sekaligus membayar kekecewaan tim putri mereka beberapa jam sebelumnya di final pada hari yang sama. “saya berterima kasih pada atlet unnes yang telah berjuang mati-matian,walaupun harus kalah. Tetap semangat, karena unnes masih memiliki satu partai lagi yaitu tunggal putra, ini salah satu andalan kami” ujar Rifki Firmansyah manejer UNNES.
LIMA Badminton Nationals 2018 telah menyelesaikan kategori beregu dengan hasil Universitas Trisakti yang menyabet gelar juara . Pada hari ketujuh, Senin (7/5), pergelaran ini memasuki kategori perseorangan. Universitas Trisakti (Usakti) meraih gelar beregu putra. Namun, Usakti tak menempatkan wakil di perempat final karena ,di perdelapan final, tunggal Usakti yang merupakan unggulan utama, Ilham Sri Yulianto, mundur karena cedera yang ia alami saat beregu. Alvindo Saputra disingkirkan wakil Univ. Widyatama (Utama) yang praktis lebih segar karena tak tampil di beregu, Fauzi Ramadhan. “ Melihat kondisi seperti ini, dalam kategori perseorangan unnes insyaallah bisa juara karena sejauh ini lawan yang terberat adalah Universitas Tri Sakti” ujar menejer tim UNNES Rifki Firmansyah.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar