Sang Duta FIK
Memiliki
postur yang ideal, tumbuh yang gagah, senyuman yang manis dan juga sangat ramah
dengan siapa saja, membuat lelaki tampan asli Semarang ini kini menyandang
gelar sebagai Duta FIK 2018-2020. Berawal dari dorongan teman – teman kelasnya
untuk mewakili jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi dalam ajang
pemilihan Duta FIK 2018-2020 membuat ia memberanikan diri untuk mendaftar
sebagai Duta FIK.
Roni
Wahyu Sejati, seorang atlet silat yang sudah tak diragukan lagi prestasinya di
Jawa Tengah ini, tak pernah menyangka akan terpilih sebagai Duta FIK, ia begitu
terkejut ketika namanya di panggil sebagai pemenang Duta FIK 2018-2020, “saya tidak percaya akan
terpilih sebagai Duta FIK, karena sadar saya masih memiliki banyak kekurangan”
ujar Roni.
Dimata
orang Roni memanglah lelaki yang selalu menjadi dirinya sendiri dan begitu
ramah dengan siapapun, bahkan saat karantina Duta FIK ia selalu bergurau dengan
semua finalis dan panitia, ia tak pernah menganggap para finalis lain adalah
saingan baginya, namun sebaliknya ia mrnganggap finalis lain adalah keluarganya
dan ia selalu belajar dari para finalis lain untuk lebih baik.
“Saya
sadar kak, saya bukan siapa – siapa dan saya disini belajar banyak dari teman –
teman yang lain” kata Roni menjelaskan. Tanpa malu dan gengsi ia memang suka
belajar dari temannya. Seperti catwalk,
dia sama sekali belum bisa namun dia meminta tolong pada temannya untuk
mengajarinya dan alhasil saat Grand Final
penampilan catwalk-nya sangat
memukau penonton.
Pada
saat malam Grand Final terlihat
sekali bahwa aura kemenangan sudah ada dalam dirinya, ia terlihat begitu tampan
dan gagah menggunakan baskap semarangan saat maju di babak 18 besar dan dibabak
enam besar Roni lebih tampan lagi menggunakan wardrobe dari salah satu sponsor yang memang pas dan memukau
dikenakannya.
Tak
hanya penampilan fisiknya yang membuat semua orang yang hadir saat itu terpukau
dengannya, namun cara ia menjawab pertanyaan sangatlah mengagumkan. Salah satu
pertanyaan yang ia mampu jawab dengan baik adalah saat tiga besar, pertanyaan
itu dari Mr. Billy seorang Sekretaris Duta Wisata Indonesia. Beliau menanyakan
apa arti sahabat, Roni pun menjawab dengan tegas sahabat adalah seseorang yang
mampu mendukung saya dalam hal positif maupun negatif, namun jangan salah
sahabat dapat menuntun kita ke jalan yang baik ketika kita berada di belenggu
negatif. Jawaban itu sontak membuat penonton berteriak histeris.
Mengagumkan
kata yang akan selalu di ulang – ulang ketika berbicara tentang Roni, karena ia
memang layak dan pantas menjadi seorang Duta. Penampilan fisik yang baik dan
menarik, public speaking yang luar
biasa dan kepandaiannya dalam merangkul seseorang pun tidak diragukan lagi.
Kini FIK memiliki seorang Duta yang akan menjadi role model bagi mahasiswa FIK. (MLRA/093)
Sport Jurnalism Menghantui Hari – Hari Anak Olahraga
Sport Jurnalism
mata kuliah yang sangatlah asing ditelinga anak olahraga, di kehidupan hari -
hari anak olahraga hanyalah bergelut pada keringat, panas matahari dan bau asam
yang tak lain fisik yang di utamakan. Namun di semester enam ini, anak – anak
olahraga haruslah menutup rapat – rapat pemikiran yang demikian karena harus
selalu membuka laptop dan gadget-nya untuk
belajar membaca berita ataupun tulisan – tulisan yang berkaitan dengan jurnalism.
Sulit dan membosankan bagi kami anak olahraga untuk
berperilaku demikian, anak olahraga yang memang terkenal pandai akan kegiatan
fisik dan juga mudah mengungkapkan dengan kata – kata verbal kini harus mencoba
menggerakan tangannya untuk menulis dan merangkai kata yang seindah mungkin
agar layak dibaca di khalayak umum.
Opini, staight
news, reportase, feature, adalah kata – kata yang kini selalu menghantui
hari – hari anak olahraga, kami anak olahraga yang awalnya berangkat ke kampus
dengan baju polo, celana training dan tas kecil berisi satu buku dan satu pen,
kini harus membawa tas besar untuk membawa laptop yang akan digunakan untuk
menulis dan mencari berita.
Di awal mata kuliah ini memanglah sulit dan di benci,
namun lama kelamaan sport jurnalism ini
membuat anak olahraga asik menulis dan merangkai kata – kata dengan alasan
kapan lagi kami anak olahraga yang notabene
paham akan olaharaga mengungkapan segala sesuatu yang ada di olahraga, anak
– anak jususan bahasa saja yang tidak tahu akan olaharaga bisa menulis tentang
olahraga kenapa kami anak olaharag tidak bisa. Begitulah pikiran sempit kami
yang mulai menyukai mata kuliah ini.
Kurang lebih sepuluh pertemuan mata kuliah ini
berlangsung, dan sudah banyak hal yang ditulis dalam blog setiap kelompok tentang olahraga, dan memang dari tulisan ke
tulisan sangatlah berkembang, yang awalnya hanya mampu menulis empat sampai
lima paragraf kini sudah mampu sampai sepuluh paragraf. Tak hanya itu kosa kata
yang digunakan pun begitu bervariatif dan menarik.
Ternyata manfaat dari perkuliahan ini sangatlah banyak,
mulai dari membiasakan anak olahraga untuk membaca, menulis, mewawancarai dan juga
mengembagkan perbendaharaan kosa kata yang dimiliki. Pengetahuan tentang
olahraga pun semakin banyak dan up to
date.
Sport
jurnalims yang di ampu oleh dosen
yang cantik ini kini menjadi mata kuliah yang di nanti – nantikan oleh anak
olahraga tak hanya membatu dalam mendalami cara menulis tapi juga dosen yang
cantik dan juga cerdas ini membuat anak – anak olahraga betah untuk belajar
bersamanya. Miss Santi namanya, dosen yang kini sedang mengandung anak keduanya
itu masih aktif dalam mengajar dan alhasil yang diajarkannya begitu bermanfaat.
Memang
disadari atau tidak Sport jurnalims
membantu anak olahraga untuk memahami cara menulis yang benar, dan tidak
diragukan lagi hal tersebut sangtlah membantu dalam proses pembuatan skripsi
nantinya. (MLRA/093)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar