Wonogiri- Selasa, 24/4 Ketika teman - teman Bilingual menikmati KKL ke singapura, saya dan juwita juga menikmati liburan kami di tempat yang tenang jauh dari hiruk pikuk kota.
Wonogiri namanya, tempat kelahiran saya yang bisa dikatakan tempat ternyaman untuk merebahkan badan dari lelahnya kegiatan kampus. Lima hari adalah waktu yang cukup bagi kami untuk memanjakan mata, dan kesempatan itu tidak kami sia-siakan dengan jalan-jalan di Wonogiri, siang hari kami datang ke Waduk Gaja Mungkur yang terkenal dengan tempatnya yang sejuk dan nyaman untuk berlibur. Awalnya kami ingin berkeliling waduk dengan kapan kecil, namun saat itu kapal sedang tidak beroprasi, "ya sudahlah bukan keberuntungan kita jalan-jalan ditengah waduk" jelasnya juwita berkata.
Karena tidak bisa menikmati perjalanan di tengah waduk, kami melanjutkan petualangan kami ke Watu Cenik destinasi wisata baru di Wonogiri yang dulunya adalah tempat gantole untuk paralayang, disana kami dapat menikmati pemandangan indahnya Wonogiri dari ketinggian, seperti lautan Karimun Jawa kami bilang. Indahnya pemandangan Wonogiri membuat kami enggan cepat pulang, dan merebahkan badan sejenak disana. Itulah Wonogiri indah dan tak terganti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar