Singapore – Rombongan KKL kelas bilingual jurusan PJKR
UNNES tiba di Changi International Airport Singapore senin 23 April 2018 pukul 19.00 waktu setempat diiringi
mendungnya awan di Singapore. Mereka akan menjalankan program KKL selama 5 hari
4 malam disana, setibanya di bandara mahasiswa dibuat tercengang dengan
kemegahan bandara Changi Singapore yang di setiap sudut lantainya di hiasi
karpet tebal yang memberikan kesan mewah dan eksklusif bagi pengunjungnya. Selain itu fasilitas
pendukung disana juga sangat luar biasa mewahnya, seperti adanya escalator
flat juga MRT dan bus sebagai sarana
transportasi pendukung bandara yang membuat perbedaan mencolok antara disana
dan di Semarang.
Dari bandara kita menuju
penginapan Gusti bed & breakfast menumpangi salah satu transportasi
tercanggih di Singapore yaitu MRT.” Kerata ini di lakukan melalui system jadi
tanpa kondektur yang harus mengendalikannya, semua berjalan sesuai system dan
mesin yang canggih” ungkap syifa mahasiswa bilingual class. MRT ini dapat
membawa kita kemanapun anda ingin berwisata di Singapore, karena disana lengkap
sekali rute tujuan MRT disemua daerah da nada stasiun setiap daerahnya.
Sesampainya di
penginapan kita disambut dengan puluhan anak tangga yang harus kita lewati
untuk mencapai lobi dan kamarnya karena tidak ada lift atau escalator disana.
Hotel anak tangga saya teman-teman sering menyebutnya, “ penginapan sampe
lantai atas kok gaada liftnya mung undak-undakan tok wkkwkwk” kata abas si
mungil asli Kudus. Sementara itu kamar
kita dibagi menjadi 3 kamar, 2 kamar di lt.2 dan 1 kamar di lt.3 yang cukup
membuat kita bercucuran keringat jika akan kembali ke kamar dengan menaiki
puluhan anak tangga yang membentang dari lt.bawah ke atas. Dan saya pun
mendapat jatah kamar di lt.3 yang berisi 9 orang di dalamnya dengan fasilitas
yang unik dan minimalis kekinian sekali yaitu ruang tamu untuk santai, dapur
bersama, 2 kamar mandi, dan tentunya tempat tidur tingkat yang cukup unik. Keesokan
hari yang cerah rombongan berkunjung ke ITE East College untuk melakukan kuliah
dan juga mempererat kerjasama antara UNNES dan ITE di bidang akademik.
Kedatngan kita di ITE disambut oleh megahnya gedung kampus di ITE yang
mencengangkan mata para mahasiswa UNNES yang berkunjung kesana. Mulai dari
fasilitas dan bangunnya yang saya bias menganggapnya ini Mall Paragon yang ada
di Semarang. Dilengkapi escalator dan juga media media pembelajaran elektronik
modern di jaman sekarang, selain itu disana sangat bersih dan rapi sekali
lingkungannnya hingga membuat mata kita selalu tercengang melihat keadaan
kampus disana dan tidak ingin melewatkan momen saat berada disana.
Ditemani
guyuran hujan yang turun cukup deras namun tidak mengganggu program perkuliahan
yang sudah dijadwalkan karena kita berada di dalam kelas dan praktek didalam
hall indoor. Keindahan dan kecanggihan fasilitas ITE semakin terlihat saat kita
masuk di hall indoor mereka yang terdapat proyektor disetiap sudut hall indoor
mereka untuk proses pembelajaran. “ Kita seperti berada di jaman modern koyok
video ning youtube fasilitase gakono sik elek amazinggggggg” Ungkap Syifa
sambil terpana melihat semua fasilitas yang ada disana.
Gemuruh
suara siswa terdengar ramai sekali ketika rombongan mulai beranjak ke fasilitas
olahraga disana, ternyata disana semua siswa sedang antusias mengikuti
pembelajaran mulai dilapngan atletik,basket,futsal,sepakbola, dan di kolam
renang. Namun tidak berjalan lama gemuruh air hujan yang bergantian terdengar
karena hujan kembali mengguyur Singapore khususnya di kampus ITE. Setelah itu
kita beranjak ke perpustakaan yang berisi ribuan buku disana dengan berbagai fasilitas modern
yang bias aku sebut seperti toko buku kekinian yang menyediakan tempat baca
yang sangat nyaman dengan desain interior seperti mall-mall modern yang ada di
Indonesia yang menambah kita terpana melihat fasilitas disana.
“Rapi,
bersih, indah, dan modern sekali perpustakaan yang dimiliki oleh ITE, saya
sempat berimajinasi jika UNNES dapat membangun fasilitas yang sama seperti di
ITE College East. Betapa bangga dan senangnya saya berada di kampus dengan
fasilitas modern dan dapat digunakan untuk menunjang prestasi mahasiswanya”
tambah Syifa . Tidak berhenti disitu kami melanjutkan visit ke ruang gym yang
berisi peralatan fitness atau gym yang bervariasi dan modern, disana kita
diberi kesempatan untuk mencoba fasilitas peralatan yang ada.
Seiring
berakhirnya waktu mencoba dari tempat gym selanjutnya mahasiswa bilingual
dibagi menjadi 3 kelomppok untuk mengikuti kelas perkuliahan siswa ITE College.
Didalam kelokmpok syifa masuk di kelas
pendidikan luar kelas yang cukup seru di kelas tersebut kita di ajak bermain
permainan trolley yang mirip dengan bakiyak di Indonesia, ada juga pos
penyelamatan untuk korban bencana mengevakuasi korban, dan pos terakhir kita
harus bisa mendirikan tenda camping. Disitu kita di lombakan antar kelompok
dalam kelas nya kelompok yang paling cepat menyelesaikan tugasnya akan menjadi
pemenangnya. Kelompokku menjadi yang paling buruk bisa di bilang karena menjadi
peringkat terbuncit dalam games tersebut.
Dan
ketika peluit berakhirnya games di bunyikan dosen maka kita berkumpul kembali
untuk mengakhiri kelas tersebut, tidak lupa agar tetap eksis di dunia maya kita
juga menyempatkan waktu untuk berfoto bersama siswa dan juga dosen mata kuliah
tersebut. Setelah selesai seluruh
perkuliahan kita di berikan sertifikat oleh ITE College yang di wakili oleh
Mr.Raymond Ong dan diberikan kepada seluruh mahasiswa bilingual class PJKR
UNNES sebagai tanda sah berakhirnya kunjungan kuliah di ITE East College.
Cuaca
yang sangat cerah mengiringi perjalanan pulang kita menuju penginapan di balik
jendela MRT yang akan menuju ke stasiun lavender dimana tempat kita akan
mengakhiri perjalanan. Setibanya di lavender rombongan berjalan menuju hotel
yang tidak jauh dari stasiun, saat di jalan kita di kagetkan dengan banyaknya
The Jak mania yaitu julukan supporter fanatik klub Persija Jakarta yang
ternyata akan mendukung langsung persija yang bermain melawan tim Tampines
Rovers dari Singapore. “Ayooo ikut
nonton support persija bareng di stadion Jalan Besar depan jalan sana “, ajak
salah seorang The Jak dengan atribut oranye yang digunakannya sebagai ciri khas
Persija.
Akhirnya
setelah mandi di penginapan sebagian
rombongan kami bersama-sama nobar atau nonton bareng Persija di stadion Jalan
Besar yang berada di belakang komplek penginapan kita, sesampainya disana kita
menonton di tribun timur bersama ratusan The Jak mania yang sudah mengoranyekan
tribun stadion. Antusias luar biasa sekali dan atmosfer yang sangat bagus untuk
Persija karena mereka di dukung langsung oleh ratusan The Jak mania yang selalu
bergemuruh dan bernyanyi mendukung dari tribun timur stadion, sebaliknya tim
Tampines Rovers hanya mendapat dukungan dari puluhan orang pendukungnya saja
membuat pertandingan ini rasa pertandingan home bagi Macan Kemayoran julukan
tim Persija.
Langit senja Singapore
mengiringi kick off babak pertama pertandingan tersebut yang di mulai bola dari
tim Persija yang langsung menggebrak dan menguasai pertandingan, beberapa kali
serangan-serangan Macan Kemayoran melalui striker haus gol mereka Marko Simic
mengancam gawang Tampines di awal-awal pertandingan. Seiring suara gemuruh
nyanyian dan dukungan The Jak yang semakin mengguncang stadion membuat para
pemain persija bersemangat, alhasil Rezaldi Hehanusa yang memanfaatkan kemelut
di depan gawang Tampines pada menit ke-23 berhasil merobek jala tuan rumah yang
di sambut gemuruh sorak-sorai The Jak Mania yang meneriakan namanya skor
sementara 0-1 untuk Persija. Hal itu membuat pemain Tampines tersentak mereka
mulai menguasai pertandingan dengan menenror perthanan Macan Kemayoran , “
pertandingan akan tambah rame karena tensi mulai memanas bung”, ujar Syifa yang
sangat antusias sekali.
Tidak
perlu membutuhkan banyak waktu akhirnya Tampines mampu mensejajarkan keadaan
dengan gol yang mengagetkan Persija dicetak oleh Jordan Webb melalui sundulan
mautnya yang masuk mulus ke sudut gawang Macan Kemayoran skor menjadi 1-1.
Jaimerson centre back andalan Persiija harus di gantikan oleh Gunawan yang
mendapatkan cedera yang dating secara tiba-tiba dan mengagetkan The Jak Mania.
Namun jual beli serangan masih tersaji di pertandingan tersebut, Tampines yang
mental pemainnya mulai naik semakin getol mengancam pertahanan Persija. Dan
Macan Kemayoran juga tidak mau kalah dengan baklas dendam melakukan counter
attack. Dewi fortuna tampaknya lebih
berpihak ke tim kebanggaan warga Jakarta, di penghujung babak pertama Simic
berhasil menceploskan bola ke gawang Tampines pada menit ke-45+1 yang mengubah
skor menjadi 1-2. Skor tersebut menutup babak pertama pertandingan tersebut, “
jos mainne rame saling nyerang tapi Persija lebih dominan di babak pertama
lebih greget mainne “, komentar Syifa tentang pertandingan babak pertama.
Masih
dengan penuh semangat suara dukungan The Jak mengiringi kick off babak kedua
yang diawali oleh Tampines Rovers dan mengambil alih serangan dahulu. Asik
menyerang Tampines justru kecolongan pada menit ke-51 melalui counter attack
cepat Riko Simanjuntak yang membombardir pertahanan Tampines dan berhasil
mengirim umpan matang dan di manfaatkan Novri Setiawan dengan mudah. Gol
tersebut semakin memperberat tuan rumah untuk mengejar ketertinggalannya,
sedangkan tim tamu semakin percaya diri dan tenang dalam melanjutkan
pertandingan. Melihat puas dengan hasil tersebut menit ke-64 pelatih Persija
mengganti striker andalan mereka Merko Simic dengan Addison Alves. “ Simic
terlihat kecewa karena di ganti, dia tadi sempat melempar botol ke bench dan
pergi ke dalam meninggalkan bench pemain”, menurut syifa yang melihat kejadian
itu.
Belom
ada perubahan yang signifikan dari Tampines mereka masih menyerang 7 hari 7
malam pertahanan tim tamu namun juga belum berbuah hasil. Beberapa kali
serangan mereka dengan mudah dikandaskan tanpa kompromi oleh barisan benteng
pertahanan tim kebanggan kota Jakarta. Namun sekali lagi mereka harus
kecolongan melalui counter attack yang menjadi taring Macan Kemayoran untuk
mencetak gol ke-empat pada menit ke-72
melalui pemain pengganti super sub Addison Alves melalui solo run yang
meluluh lantahkan pertahanan Tampines dan menceploskan bola dengan tendangan
keras ke pojok gawang Hasnol.
Setelah
gol tersebut tuan rumah melakukan perubahan menggantikan Mustafic dengan
memasukan Fazrul Nawwas untuk menambah serangan Tampines. Dan benar sekali pada
menit ke-80 pemain yang baru masuk Fazrul dapat menyarangkan bola ke gawang
Persija melalui sundulannya yang berbelok arah karena membentur pemain belakang
Gunawan Dwi Cahyo. Gol tersebut sempat menaikan mental pemain Tampines untuk
membongkar pertahanan Macan Kemayoran, namun hingga peluit akhir pertandingan
ditiupkan wasit skor tetap 2-4 untuk kemenangan Persija Jakarta dan di pastikan
lolos ke babak knock out AFC CUP 2018. “
Persija sangat berbahaya dalam melakukan serangan balik, mereka punya Riko,Novri, dan Simic yang
menjadi andalan sebagai trisula maut dan terlihat mereka lebih ngotot untuk
menang di bandingkan Tmpines Rovers”, komentar syifa tentang pertandingan
tersebut.
Menurut
Syifa ini adalah salah satu momen langka yang bias kita dapatkan KKL dan bisa
menonton langsung pertandingan tim dari Indonesia melawan tim Singapore di
Singapore. Karena tidak semua Bilingual Class mendapatkan momen yang tidak
terlupakan sepanjang hidupnya ini. Ini akan menjadi pengalaman yang menarik
untuknya dan tidak akan pernah ia
lupakan sepanjang hidupnya. Karena kesempatan itu kita bisa melihat bagaimana
kurangnya antusias pendukung di Singapore dan sangat berbeda dengan apa yang
terjadi di Indonesia dengan fanatisme yang luar biasa dari suporternya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar