Rabu, 23 Mei 2018

KKL Sambil Nobar Persija


Singapore – Rombongan KKL kelas bilingual jurusan PJKR UNNES tiba di Changi International Airport Singapore senin 23 April 2018  pukul 19.00 waktu setempat diiringi mendungnya awan di Singapore. Mereka akan menjalankan program KKL selama 5 hari 4 malam disana, setibanya di bandara mahasiswa dibuat tercengang dengan kemegahan bandara Changi Singapore yang di setiap sudut lantainya di hiasi karpet tebal yang memberikan kesan mewah dan eksklusif  bagi pengunjungnya. Selain itu fasilitas pendukung disana juga sangat luar biasa mewahnya, seperti adanya escalator flat  juga MRT dan bus sebagai sarana transportasi pendukung bandara yang membuat perbedaan mencolok antara disana dan di Semarang.                                
 Dari bandara kita menuju penginapan Gusti bed & breakfast menumpangi salah satu transportasi tercanggih di Singapore yaitu MRT.” Kerata ini di lakukan melalui system jadi tanpa kondektur yang harus mengendalikannya, semua berjalan sesuai system dan mesin yang canggih” ungkap syifa mahasiswa bilingual class. MRT ini dapat membawa kita kemanapun anda ingin berwisata di Singapore, karena disana lengkap sekali rute tujuan MRT disemua daerah da nada stasiun setiap daerahnya.                                                        
 Sesampainya di penginapan kita disambut dengan puluhan anak tangga yang harus kita lewati untuk mencapai lobi dan kamarnya karena tidak ada lift atau escalator disana. Hotel anak tangga saya teman-teman sering menyebutnya, “ penginapan sampe lantai atas kok gaada liftnya mung undak-undakan tok wkkwkwk” kata abas si mungil asli Kudus.  Sementara itu kamar kita dibagi menjadi 3 kamar, 2 kamar di lt.2 dan 1 kamar di lt.3 yang cukup membuat kita bercucuran keringat jika akan kembali ke kamar dengan menaiki puluhan anak tangga yang membentang dari lt.bawah ke atas. Dan saya pun mendapat jatah kamar di lt.3 yang berisi 9 orang di dalamnya dengan fasilitas yang unik dan minimalis kekinian sekali yaitu ruang tamu untuk santai, dapur bersama, 2 kamar mandi, dan tentunya tempat tidur tingkat yang cukup  unik.                                                                                                  Keesokan hari yang cerah rombongan berkunjung ke ITE East College untuk melakukan kuliah dan juga mempererat kerjasama antara UNNES dan ITE di bidang akademik. Kedatngan kita di ITE disambut oleh megahnya gedung kampus di ITE yang mencengangkan mata para mahasiswa UNNES yang berkunjung kesana. Mulai dari fasilitas dan bangunnya yang saya bias menganggapnya ini Mall Paragon yang ada di Semarang. Dilengkapi escalator dan juga media media pembelajaran elektronik modern di jaman sekarang, selain itu disana sangat bersih dan rapi sekali lingkungannnya hingga membuat mata kita selalu tercengang melihat keadaan kampus disana dan tidak ingin melewatkan momen saat berada disana.                                                           
 Ditemani guyuran hujan yang turun cukup deras namun tidak mengganggu program perkuliahan yang sudah dijadwalkan karena kita berada di dalam kelas dan praktek didalam hall indoor. Keindahan dan kecanggihan fasilitas ITE semakin terlihat saat kita masuk di hall indoor mereka yang terdapat proyektor disetiap sudut hall indoor mereka untuk proses pembelajaran. “ Kita seperti berada di jaman modern koyok video ning youtube fasilitase gakono sik elek amazinggggggg” Ungkap Syifa sambil terpana melihat semua fasilitas yang ada disana.                                   
 Gemuruh suara siswa terdengar ramai sekali ketika rombongan mulai beranjak ke fasilitas olahraga disana, ternyata disana semua siswa sedang antusias mengikuti pembelajaran mulai dilapngan atletik,basket,futsal,sepakbola, dan di kolam renang. Namun tidak berjalan lama gemuruh air hujan yang bergantian terdengar karena hujan kembali mengguyur Singapore khususnya di kampus ITE. Setelah itu kita beranjak ke perpustakaan yang berisi ribuan  buku disana dengan berbagai fasilitas modern yang bias aku sebut seperti toko buku kekinian yang menyediakan tempat baca yang sangat nyaman dengan desain interior seperti mall-mall modern yang ada di Indonesia yang menambah kita terpana melihat fasilitas disana.                                                                    
 “Rapi, bersih, indah, dan modern sekali perpustakaan yang dimiliki oleh ITE, saya sempat berimajinasi jika UNNES dapat membangun fasilitas yang sama seperti di ITE College East. Betapa bangga dan senangnya saya berada di kampus dengan fasilitas modern dan dapat digunakan untuk menunjang prestasi mahasiswanya” tambah Syifa . Tidak berhenti disitu kami melanjutkan visit ke ruang gym yang berisi peralatan fitness atau gym yang bervariasi dan modern, disana kita diberi kesempatan untuk mencoba fasilitas peralatan yang ada.                                                             
 Seiring berakhirnya waktu mencoba dari tempat gym selanjutnya mahasiswa bilingual dibagi menjadi 3 kelomppok untuk mengikuti kelas perkuliahan siswa ITE College. Didalam kelokmpok syifa  masuk di kelas pendidikan luar kelas yang cukup seru di kelas tersebut kita di ajak bermain permainan trolley yang mirip dengan bakiyak di Indonesia, ada juga pos penyelamatan untuk korban bencana mengevakuasi korban, dan pos terakhir kita harus bisa mendirikan tenda camping. Disitu kita di lombakan antar kelompok dalam kelas nya kelompok yang paling cepat menyelesaikan tugasnya akan menjadi pemenangnya. Kelompokku menjadi yang paling buruk bisa di bilang karena menjadi peringkat terbuncit dalam games tersebut.                                                                     
 Dan ketika peluit berakhirnya games di bunyikan dosen maka kita berkumpul kembali untuk mengakhiri kelas tersebut, tidak lupa agar tetap eksis di dunia maya kita juga menyempatkan waktu untuk berfoto bersama siswa dan juga dosen mata kuliah tersebut.  Setelah selesai seluruh perkuliahan kita di berikan sertifikat oleh ITE College yang di wakili oleh Mr.Raymond Ong dan diberikan kepada seluruh mahasiswa bilingual class PJKR UNNES sebagai tanda sah berakhirnya kunjungan kuliah di ITE East College.
           Cuaca yang sangat cerah mengiringi perjalanan pulang kita menuju penginapan di balik jendela MRT yang akan menuju ke stasiun lavender dimana tempat kita akan mengakhiri perjalanan. Setibanya di lavender rombongan berjalan menuju hotel yang tidak jauh dari stasiun, saat di jalan kita di kagetkan dengan banyaknya The Jak mania yaitu julukan supporter fanatik klub Persija Jakarta yang ternyata akan mendukung langsung persija yang bermain melawan tim Tampines Rovers dari Singapore.  “Ayooo ikut nonton support persija bareng di stadion Jalan Besar depan jalan sana “, ajak salah seorang The Jak dengan atribut oranye yang digunakannya sebagai ciri khas Persija. 
               Akhirnya setelah mandi di penginapan  sebagian rombongan kami bersama-sama nobar atau nonton bareng Persija di stadion Jalan Besar yang berada di belakang komplek penginapan kita, sesampainya disana kita menonton di tribun timur bersama ratusan The Jak mania yang sudah mengoranyekan tribun stadion. Antusias luar biasa sekali dan atmosfer yang sangat bagus untuk Persija karena mereka di dukung langsung oleh ratusan The Jak mania yang selalu bergemuruh dan bernyanyi mendukung dari tribun timur stadion, sebaliknya tim Tampines Rovers hanya mendapat dukungan dari puluhan orang pendukungnya saja membuat pertandingan ini rasa pertandingan home bagi Macan Kemayoran julukan tim Persija.                                                                                 
             Langit senja Singapore mengiringi kick off babak pertama pertandingan tersebut yang di mulai bola dari tim Persija yang langsung menggebrak dan menguasai pertandingan, beberapa kali serangan-serangan Macan Kemayoran melalui striker haus gol mereka Marko Simic mengancam gawang Tampines di awal-awal pertandingan. Seiring suara gemuruh nyanyian dan dukungan The Jak yang semakin mengguncang stadion membuat para pemain persija bersemangat, alhasil Rezaldi Hehanusa yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Tampines pada menit ke-23 berhasil merobek jala tuan rumah yang di sambut gemuruh sorak-sorai The Jak Mania yang meneriakan namanya skor sementara 0-1 untuk Persija. Hal itu membuat pemain Tampines tersentak mereka mulai menguasai pertandingan dengan menenror perthanan Macan Kemayoran , “ pertandingan akan tambah rame karena tensi mulai memanas bung”, ujar Syifa yang sangat antusias sekali.            
              Tidak perlu membutuhkan banyak waktu akhirnya Tampines mampu mensejajarkan keadaan dengan gol yang mengagetkan Persija dicetak oleh Jordan Webb melalui sundulan mautnya yang masuk mulus ke sudut gawang Macan Kemayoran skor menjadi 1-1. Jaimerson centre back andalan Persiija harus di gantikan oleh Gunawan yang mendapatkan cedera yang dating secara tiba-tiba dan mengagetkan The Jak Mania. Namun jual beli serangan masih tersaji di pertandingan tersebut, Tampines yang mental pemainnya mulai naik semakin getol mengancam pertahanan Persija. Dan Macan Kemayoran juga tidak mau kalah dengan baklas dendam melakukan counter attack.              Dewi fortuna tampaknya lebih berpihak ke tim kebanggaan warga Jakarta, di penghujung babak pertama Simic berhasil menceploskan bola ke gawang Tampines pada menit ke-45+1 yang mengubah skor menjadi 1-2. Skor tersebut menutup babak pertama pertandingan tersebut, “ jos mainne rame saling nyerang tapi Persija lebih dominan di babak pertama lebih greget mainne “, komentar Syifa tentang pertandingan babak pertama. 
             Masih dengan penuh semangat suara dukungan The Jak mengiringi kick off babak kedua yang diawali oleh Tampines Rovers dan mengambil alih serangan dahulu. Asik menyerang Tampines justru kecolongan pada menit ke-51 melalui counter attack cepat Riko Simanjuntak yang membombardir pertahanan Tampines dan berhasil mengirim umpan matang dan di manfaatkan Novri Setiawan dengan mudah. Gol tersebut semakin memperberat tuan rumah untuk mengejar ketertinggalannya, sedangkan tim tamu semakin percaya diri dan tenang dalam melanjutkan pertandingan. Melihat puas dengan hasil tersebut menit ke-64 pelatih Persija mengganti striker andalan mereka Merko Simic dengan Addison Alves. “ Simic terlihat kecewa karena di ganti, dia tadi sempat melempar botol ke bench dan pergi ke dalam meninggalkan bench pemain”, menurut syifa yang melihat kejadian itu.                           
            Belom ada perubahan yang signifikan dari Tampines mereka masih menyerang 7 hari 7 malam pertahanan tim tamu namun juga belum berbuah hasil. Beberapa kali serangan mereka dengan mudah dikandaskan tanpa kompromi oleh barisan benteng pertahanan tim kebanggan kota Jakarta. Namun sekali lagi mereka harus kecolongan melalui counter attack yang menjadi taring Macan Kemayoran untuk mencetak gol ke-empat pada menit ke-72  melalui pemain pengganti super sub Addison Alves melalui solo run yang meluluh lantahkan pertahanan Tampines dan menceploskan bola dengan tendangan keras ke pojok gawang Hasnol.
            Setelah gol tersebut tuan rumah melakukan perubahan menggantikan Mustafic dengan memasukan Fazrul Nawwas untuk menambah serangan Tampines. Dan benar sekali pada menit ke-80 pemain yang baru masuk Fazrul dapat menyarangkan bola ke gawang Persija melalui sundulannya yang berbelok arah karena membentur pemain belakang Gunawan Dwi Cahyo. Gol tersebut sempat menaikan mental pemain Tampines untuk membongkar pertahanan Macan Kemayoran, namun hingga peluit akhir pertandingan ditiupkan wasit skor tetap 2-4 untuk kemenangan Persija Jakarta dan di pastikan lolos ke babak knock out  AFC CUP 2018. “ Persija sangat berbahaya dalam melakukan serangan balik,  mereka punya Riko,Novri, dan Simic yang menjadi andalan sebagai trisula maut dan terlihat mereka lebih ngotot untuk menang di bandingkan Tmpines Rovers”, komentar syifa tentang pertandingan tersebut.                                                   
               Menurut Syifa ini adalah salah satu momen langka yang bias kita dapatkan KKL dan bisa menonton langsung pertandingan tim dari Indonesia melawan tim Singapore di Singapore. Karena tidak semua Bilingual Class mendapatkan momen yang tidak terlupakan sepanjang hidupnya ini. Ini akan menjadi pengalaman yang menarik untuknya  dan tidak akan pernah ia lupakan sepanjang hidupnya. Karena kesempatan itu kita bisa melihat bagaimana kurangnya antusias pendukung di Singapore dan sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia dengan fanatisme yang luar biasa dari suporternya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar