Sneaker atau yang disebut juga sepatu Olahraga harus sering dibersihkan bila sering digunakan supaya menghindarkan datangnya penyakit kulit atau radang di kaki. Sebab bahan karet dan berpori pada sneaker biasanya malah sering menjadi ladang subur bagi tumbuhnya bermacam-macam jamur kulit dari yang ringan hingga berbahaya. Selain itu karena keadaan lembabnya maka juga bisa menimbulkan bau yang tak sedap yang bisa mengganggu pergaulan. Pori-pori pada bahan sintetiknya dan karetnya yang dimaksudkan sebagai tempat bernafasnya kaki bisa jadi malahan menjadi tempat bersarangnya berbagai penyakit dan jamur. Dan sungguh alangkah baiknya bila kita tidak usah meminjam-minjamkan sneaker kita ke orang lain apapun alasannya karena rawannya sepatu ini sebagai sarang penyakit.
Begitulah kira-kira alasan utamanya sehingga kita harus membiasakan diri membersihkan teratur sneaker kita. Berikut adalah langkah-langkah utamanya,
1. Buatlah air campuran deterjen atau sabun colek secara encer saja.
2. Bila sneakernya berwarna putih maka sebelum dicuci bisa disikat dulu bagian-bagian yang bernoda dengan sedikit pasta gigi putih atau odol dalam keadaan kering, kemudian diamkan sebentar seblum dibilas dengan air. Maksudnya supaya daya kikisnya terhadap kotoran bekerja.
3. Sikatlah secara menyeluruh sepatu itu dengan air deterjen tersebut.
4. Jangan lupa sikatlah bagian sol luarnya juga supaya menjaga keawetan bahannya dari pengaruh cepat getas atau pecah-pecah karena sering kena panasnya jlan aau kekeringan. Jadi bahan sol karet tersebut juga bisa cepat lelah dan hilang kelenturannya bila tidak dirawat.
5. Jangan lupa bersihkan juga pinggiran luar solnya yang biasanya terbuat dari sol berwarna cerah. Karet berwarna tersebut dimaksudkan bila kita pakai untuk jalan atau lari pada malam hari ataupun cuaca gelap bisa memantulkan cahaya lampu mobil dengan terang dari kejauhan sehingga kita dapat trlihat dari jauh dan terhindar dari kecelakaan. Jadi dia mempunyai efek reflektor atau seperti mata kucing. Sehingga bagian ini penting untuk selalu disikat dengan air berdeterjen supaya cerah terus. Sebab bila tidak maka warnanya akan jadi semakin suram karena menyerap lotoran lewat pori-porinya.
6. Bagian dalam sepatu sebaiknya juga dicuci. Sebab bagian ini merupakan tempat berkumpulnya keringat kering dan rontokan kulit mati dari kaki kita. Bahan-bahan tersebut merupakan makanan yang menyuburkan bagi kuman penyakit dan jamur. Oleh karena itu bukalah tali sepatunya dan lepaskanlah serta sikatlah bagian dalamnya dengan air berdeterjen. Jangan lupa biasanya sol bantalan dalam sneaker umumnya bisa dilepas supaya bisa diganti-ganti. Maka lepaskanlah bantalan pengganjal tersebut dan sikatlah juga dengan air deterjen.
7. Setelah semua bagian itu disikat maka diamkan sebentar supaya efek mengikis kotorannya dari deterjen bekerja lalu kemudian bagian-bagian itu disikat lagi dengan air bersih sebanyak dua kali. Sebaiknya janganlah melakukan pembilasan air bersih denagn cara mengguyurnya karena sneaker akan jadi jenuh air dan akan lama keringnya.
8. Bila sneaker terbuat dari bahan sintetik maka boleh dijemur setelahnya, tapi bila terbuat dari kulit lembut atau suede sebaiknya jangan dijemur karena akan mengakibatkan lemak alami kulit akan ikut terpanggang panas dan menguap jadi kering. Akibatnya kulit akan jadi keras dan pecah-pecah. Jadi pengeringan untuk yang berbahan kulit adalah dengan cara mengangin-anginkannya di depan kipas angin sambil di bagian dalam sepatu kita sumpal dengan kertas koran bekas supaya kelembabannya cepat tersedot oleh koran tersebut. Maka biasanya cukup dalam tempo semalam saja sneaker akan kering dan besok paginya bisa dipakai kembali.
Sebagai tambahan usulan, supaya sneaker kita tetap bersih dan sehat maka sebaiknya dalam penyimpanannya atau sehabis dipakai janganlah ada kaos kaki bekas pakai yang menyumpal di dalamnya. Sebaiknya lepaskan kaos kaki tersebut dan jemurlah atau angin-anginkan di tempat lain dan sepatu harus dalam keadaan terbuka dan bisa dimasuki pertukaran udara. Itu supaya mencegah tumbuhnya jamur dan kuman serta bakteri yang bisa subur di tempat tertutup.
Begitulah kira-kira alasan utamanya sehingga kita harus membiasakan diri membersihkan teratur sneaker kita. Berikut adalah langkah-langkah utamanya,
1. Buatlah air campuran deterjen atau sabun colek secara encer saja.
2. Bila sneakernya berwarna putih maka sebelum dicuci bisa disikat dulu bagian-bagian yang bernoda dengan sedikit pasta gigi putih atau odol dalam keadaan kering, kemudian diamkan sebentar seblum dibilas dengan air. Maksudnya supaya daya kikisnya terhadap kotoran bekerja.
3. Sikatlah secara menyeluruh sepatu itu dengan air deterjen tersebut.
4. Jangan lupa sikatlah bagian sol luarnya juga supaya menjaga keawetan bahannya dari pengaruh cepat getas atau pecah-pecah karena sering kena panasnya jlan aau kekeringan. Jadi bahan sol karet tersebut juga bisa cepat lelah dan hilang kelenturannya bila tidak dirawat.
5. Jangan lupa bersihkan juga pinggiran luar solnya yang biasanya terbuat dari sol berwarna cerah. Karet berwarna tersebut dimaksudkan bila kita pakai untuk jalan atau lari pada malam hari ataupun cuaca gelap bisa memantulkan cahaya lampu mobil dengan terang dari kejauhan sehingga kita dapat trlihat dari jauh dan terhindar dari kecelakaan. Jadi dia mempunyai efek reflektor atau seperti mata kucing. Sehingga bagian ini penting untuk selalu disikat dengan air berdeterjen supaya cerah terus. Sebab bila tidak maka warnanya akan jadi semakin suram karena menyerap lotoran lewat pori-porinya.
6. Bagian dalam sepatu sebaiknya juga dicuci. Sebab bagian ini merupakan tempat berkumpulnya keringat kering dan rontokan kulit mati dari kaki kita. Bahan-bahan tersebut merupakan makanan yang menyuburkan bagi kuman penyakit dan jamur. Oleh karena itu bukalah tali sepatunya dan lepaskanlah serta sikatlah bagian dalamnya dengan air berdeterjen. Jangan lupa biasanya sol bantalan dalam sneaker umumnya bisa dilepas supaya bisa diganti-ganti. Maka lepaskanlah bantalan pengganjal tersebut dan sikatlah juga dengan air deterjen.
7. Setelah semua bagian itu disikat maka diamkan sebentar supaya efek mengikis kotorannya dari deterjen bekerja lalu kemudian bagian-bagian itu disikat lagi dengan air bersih sebanyak dua kali. Sebaiknya janganlah melakukan pembilasan air bersih denagn cara mengguyurnya karena sneaker akan jadi jenuh air dan akan lama keringnya.
8. Bila sneaker terbuat dari bahan sintetik maka boleh dijemur setelahnya, tapi bila terbuat dari kulit lembut atau suede sebaiknya jangan dijemur karena akan mengakibatkan lemak alami kulit akan ikut terpanggang panas dan menguap jadi kering. Akibatnya kulit akan jadi keras dan pecah-pecah. Jadi pengeringan untuk yang berbahan kulit adalah dengan cara mengangin-anginkannya di depan kipas angin sambil di bagian dalam sepatu kita sumpal dengan kertas koran bekas supaya kelembabannya cepat tersedot oleh koran tersebut. Maka biasanya cukup dalam tempo semalam saja sneaker akan kering dan besok paginya bisa dipakai kembali.
Sebagai tambahan usulan, supaya sneaker kita tetap bersih dan sehat maka sebaiknya dalam penyimpanannya atau sehabis dipakai janganlah ada kaos kaki bekas pakai yang menyumpal di dalamnya. Sebaiknya lepaskan kaos kaki tersebut dan jemurlah atau angin-anginkan di tempat lain dan sepatu harus dalam keadaan terbuka dan bisa dimasuki pertukaran udara. Itu supaya mencegah tumbuhnya jamur dan kuman serta bakteri yang bisa subur di tempat tertutup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar